AYOJAKARTA.COM - Kebohongan merupakan salah satu bagian dari komunikasi, suatu hal yang dianggap wajar namun bukan untuk dinilai sebagai benar.
Disadari atau tidak, dalam percakapan sehari-hari seseorang seringkali menyatakan suatu kebohongan demi mencapai tujuan.
Tujuan atau alasan dari kebohongan seseorang, bisa karena ingin mencari keuntungan pribadi atau terkadang demi menemukan rasa aman.
Baca Juga: Wah! Ternyata Ada 4 Jenis Kebohongan yang Bisa Dilakukan Seseorang, Nomor 4 Mengerikan
Kebohongan seseorang, juga bisa dikarenakan sebagai sebuah bentuk pertahanan diri sewaktu mendapatkan ancaman.
Dipandang dari aspek prinsip, kebohongan selalu memiliki suatu maksud yakni saya tahu dan kamu tidak tahu apa yang saya tahu.
Karenanya, unsur penting suatu kebohongan adalah penguasaan terhadap informasi dan mengendalikan perkataan, gestur serta ekspresi wajah.
Baca Juga: Stop Sekarang! Ini 6 Kebohongan yang Sering Kamu Katakan pada Diri Sendiri
Dengan kemampuan dalam memadukan unsur-unsur tersebut, maka suatu kebohongan akan menjadi sangat meyakinkan sehingga terkesan menjadi kebenaran.
Untuk mengenali kebohongan secara lebih rinci, berikut ini adalah tipe-tipe pelaku atau seorang pembohong yang bisa diketahui.
Tiper pembohong jenis pertama adalah Pembohong Pemula atau Occasional Liar, adalah tipe yang mengalami kesulitan ketika berbohong.
Dalam keadaan terdesak atau merasa terancam, tipe seperti ini akan menggunakan kebohongan sebagai bagian dari pertahanan diri.
Berdasarkan gestur, ekspresi serta penguasaan diri, pembohong tipe ini akan mudah untuk diketahui atau dikenali saat beraksi.
Tipe pembohong yang kedua adalah Pembohong Berulang atau Careless Liar, yang berbohong tanpa perencanaan.
Baca Juga: Membara! Anies Baswedan Dalam Pidatonya: Kita Tak Perlu Memproduksi Kebohongan, Tunjukkan Kenyataan!
Salah satu ciri khusus dari tipe ini adalah sering mengurangi atau melebih-lebihkan suatu informasi serta cenderung tidak konsisten dengan pernyataan sebelumnya.
Pembohong tipe kedua ini juga seringkali dapat terlihat atau diketahui karena memiliki ketidak-sesuaian antara perkataan serta tindakan.
Tipe pembohong ketiga dan merupakan pembohong yang paling mengerikan adalah Pembohong Profesional atau Trickster Liar.
Baca Juga: Pidato Politik Capres Anies Baswedan: Bila Rekam Jejak Bermasalah, di Situ Ada Kebohongan
Pembohong dari tipe ini menggunakan informasi, memanfaatkan situasi dan menyiapkan segalanya untuk merencanakan kebohongan.
Selain itu, pembohong tipe ini juga kerap memperhitungkan faktor resiko dari tindakannya sehingga menyiapkan rencana cadangannya.
Bukan saja diistilahkan sebagai Aktor Handal, pembohong tipe ini juga sering dianggap sebagai orang yang mampu menyimpan rahasia didalam rahasia.
Tipe pembohong seperti ini selalu memiliki tujuan yang kompleks dan lebih dari sekedar perlindungan serta harga diri.
Keempat, pembohong Disosiasi adalah pembohong yang sudah mengalami kesulitan membedakan mana kebohongan dan kenyataan karena ketidak-sadaran.
Pembohong tipe ini memiliki obsesi besar terhadap apa yang ia percayai dan termasuk dalam tahap delusional.
Demikian seperti dirangkum AyoJakarta.com pada Senin (4/9/2023) dari akun Instagram @psikologid. ***