AYOJAKARTA.COM- Bakal calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengungkapkan bahwa tidak perlu mengumbar kebohongan untuk menjadi presiden di 2024 mendatang.
Menurut Anies hal ini bisa dilihat dari rekam jejak baik ketika ia mengawal DKI Jakarta selama lima tahun belakangan ini.
Mantan gubernur DKI ini juga mengatakan bahwa rakyat Indonesia saat ini dihadapkan dengan sebuah kompetisi untuk menjadi lebih baik.
Baca Juga: ASYIK LIBUR LAGI! Besok 18 Mei 2023 Ternyata Tanggal Merah, Memperingati Hari Apa? Cek di Sini
"Perjuangan kita ke depan, kita ingin meluruskan jalan dan meluruskan jalan ini kita berhadapan dengan sebuah kompetisi gagasan, kompetisi rencana, kompetisi rekam jejak, " ucap Anies.
Selanjutnya Anies juga menjelaskan bahwa kompetisi tersebut nantinya akan berhadapan dengan lawan yang kuat serta tangguh.
Ia juga yakin, bahwa niat baik akan selalu bersama dengan orang baik. Sebab tujuan yang baik akan dibukakan pintu-pintu untuk keberhasilan.
"Kita tidak pernah gentar dengan ukuran material, kita akan tunjukkan kekuatan spiritual yang kita miliki untuk meraih yang dijanjikan oleh republik ini, " jelasnya.
Baca Juga: Besok Tanggal Merah, 18 Mei 2023 Memperingati Hari Apa? Cek di Sini!
Kemudian, Anies menegaskan bahwa idealisme yang ditawarkannya merupakan hal yang berharga, sehingga tidak perlu mengumbar kebohongan untuk menunjukkan prestasi agar disukai banyak orang.
Ia berharap pendukungnya bisa konsisten dan mengirimkan pesan persatuan. Apalagi, capres 2024 ini tidak ingin menjual murah idealisme yang dipegangnya.
"Tunjukkan bahwa kita punya rekam jejak yang baik, punya rekam gagasan yang baik, punya rekam karya yang baik, karena kita punya itu semua, kita tak perlu berbohong, kita tunjukkan kenyataan. Bila rekam jejak kita bermasalah, gagasan bermasalah, karya bermasalah baru disitu ada kebohongan" kata Anies Baswedan yang dikutip AyoJakarta.com, Rabu (17/5).
Anies juga menyampaikan, jika rekam jejak bermasalah, maka tidak perlu untuk mencoba memperindah rekam jejak itu yang akan menimbulkan kebohongan publik.
Baca Juga: Jakarta Timur DKI Diguncang Gempa 4.1 Magnitudo Akibat Patahan Lempeng Indo-Austarlia!
"Karena, itu kalau kita saksikan kebohongan diproduksi merupakan cerminan tidak percaya diri atas apa yang dimiliki. Kita tidak perlu produksi kebohongan ,tidak perlu memproduksi itu semua. Tunjukkan kenyataan dan biarkan kenyataan yang akan memenangkan semuanya, " tutup Anies. ***

Share this article
Mantan gubernur DKI ini mengatakan bahwa rakyat Indonesia saat ini dihadapkan dengan sebuah kompetisi untuk menjadi lebih baik.