Hiburan

Terungkap! Hacker Ini Mengaku Berhasil Membobol Data BSI Hingga 1,5 TB Hingga Ancam Hal Ini

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Minggu 14 Mei 2023, 14:34 WIB
Terungkap Pengakuan Hacker yang Membobol Data BSI Hingga 1,5 TB

AYOJAKARTA.COM---Pasca mengalami gangguan (eror) yang mengakibatkan terkendalanya aktivitas perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI), kini beredar kabar pengakuan dari suatu kelompok hacker.

Dikutip Ayojakarta.com melalui akun Twitter @darktracer_int, kelompok heacker yang telah berhasil membobol data milik Bank Syariah Indonesia (BSI) itu bernama LockBit.

Pasalnya gangguan yang terjadi pada sistem perbankan BSI beberapa hari yang lalu diakibatkan dari ransomware yang dikirim oleh hacker LockBit.

Menurut informasi, telah beredar kabar pengakuan hacker LockBit yang telah berhasil meretas sebanyak 1,5 TB (terabyte) data milik Bank Syariah Indonesia.

Baca Juga: GEGER! Nasabah Bank BSI Kehilangan Uang Rp 300 Juta dari ATM, Begini Kronologinya

Telah tersebar pada Twitter melalui akun Fusion Intelligence Center @DarkTracer, yang mana akun tersebut mengumumkan bahwa LockBit telah meretas masuk ke dalam sistem milik BSI.

"Geng Ransomware LockBit mengklaim bertanggung jawab atas gangguan semua layanan di Bank Syariah Indonesia, menyatakan bahwa itu akibat dari serangan mereka," tulis keterangan akun Twitter @darktracer_int.

Bahkan mengaku telah mencuri data dalam jumlah yang tidak sedikit yaitu 1,5 TB milik para nasabah dan pegawai, yakni berupa nomor telepon, alamat, nama informasi dokumen, jumlah akun, nomor kartu, transaksi dan lainnya.

"Mereka juga mengumumkan telah mencuri 15 juta catatan panggilan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terabyte data pribadi internal," bunyi surat ancaman LockBit yang diunggah oleh akun Twitter @darktracer_int.

Baca Juga: Setelah BSI, Terbitlah Keluhan BCA Eror Hari Ini, Admin HaloBCA Beri Saran Begini

LockBit pun memberikan tenggang waktu kepada pihak BSI untuk melakukan negosiasi dengan pihaknya.

"Kami memberikan waktu ke manajemen bank 72 jam untuk mengontak kami dan menegosiasikan masalah ini," tulis surat ancaman LockBit yang dikutip melalui Suara.com.

LockBit merupakan sekelompok hacker yang sudah beroperasi mulai tahun 2019, meski telah beberapa kali dilumpuhkan, geng hacker ini masih tetap aktif.

Bahkan geng hacker LockBit ini telah merintis beberapa perangkat pemeras alias ransomware hingga versi 3.o.

Sekelompok hacker ini kerap kali menyebarkan ransomwarenya, notabene korbannya adalah perusahaan dan perbankan, salah satunya ialah BSI.

Baca Juga: Tak Bayar Tebusan, Hacker LockBit Ancam Sebar 15 Juta Data Nasabah BSI, Waktu Sedang Dihitung Mundur!

Bahkan serangan yang dilancarkan itu telah sampai pula di negara-negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Jerman dan Italia.

Akan tetapi hal yang menjadi unik dari LockBit ini adalah mereka tidak menyebar ransomwarenya ke negara-negara di Eropa Timur.

Ransomware yang ditanam merupakan sebuah perangkat yang mencegah sebuah sistem milik perusahaan untuk berjalan secara optimal.

Tidak hanya itu, para hacker itu akan melakukan pemerasan terhadap perusahaan yang menjadi korbanya, mereka akan meminta uang tebusan.

Yang mana uang tebusan dari perusahaan itu sebagai syarat agar ransomware yang ditanam akan dilepas dari sistem.

Baca Juga: Error Berhari-hari, BSI Diserang Hacker LockBit 3.0, 15 Juta Data Nasabah Berhasil Dikuasai

Bahkan jika uang tebusan belum juga diserahkan, LockBit data yang berhasil mereka bobol dari perusahaan yang menjadi korbannya akan disebarluaskan.

Hal seperti ini telah terjadi pada agen pajak Italia, L'Agenzia delle Entrate.

Bukan hanya menebar ransomware, hacker LockBit juga melakukan serangan DDoS yang akan menghalau layanan suatu perusahaan atau pihak tertentu dapat digunakan oleh para pelanggan atau pengguna.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Kiki Dian Sunarwati