AYOJAKARTA.COM - Layanan Bank Syariah Indonesia (BSI) saat ini memang telah berangsur pulih dan bisa digunakan mulai dari ATM, mobile banking, hingga pelayanan kantor cabang.
Usai mengklaim errornya jaringan dan pelayanan BSI karena maintenance, rupanya sebuah Gang Hacker LockBit 3.0 mengakui bahwa lumpuhnya akses BSI karena ulah mereka.
Bahkan Hacker LockBit 3.0 tersebut menyebut bahwa mereka telah berhasil mencuri 1.5 Terabyte data nasabah.
Baca Juga: Error Berhari-hari, BSI Diserang Hacker LockBit 3.0, 15 Juta Data Nasabah Berhasil Dikuasai
Sebanyak 15 juta data nasabah BSI mulai dari nama, alamat, data transaksi, jumlah saldo dan data pribadi lainnya telah berhasil mereka kuasai.
Sejumlah data lain dari BSI seperti data keuangan, transaksi, legal dokumen, NDA hingga password pelayanan internal dan eksternal yang digunakan di bank juga diakui telah berhasil mereka retas.
Para Hacker LockBit 3.0 itu pun disebut meminta tebusan atas data-data tersebut kepada BSI.
Baca Juga: Viral Penyebab Bank BSI Error Benar karena Serangan Ransomware? Apa Itu? Ini Kata Pakar!
BSI diduga tidak mau membayar tebusan kepada para hacker dan melakukan recovery sendiri terhadap serangan siber tersebut.
Hal itu dicuitkan salah seorang warganet melalui akun Twitternya @paijodirajo seperti dilansir Ayojakarta.com, Sabtu (13/5/2023).
“Walaupun layanan @bankbsi_id sudah mulai normal sejak kamis, ternyata urusan BSI dg kelompok hacker penyerangnya, LockBit ransomware, belum selesai. Diduga BSI menolak membayar tebusan (ransom) dan melakukan recovery sendiri,” cuitnya.
Baca Juga: Alarm Serius! Layanan Sulit Diakses BSI Kena Serangan Siber, Kok Bisa Kebobolan? Ternyata…
Menurut akun tersebut, Geng Hacker LockBit 3.0 tersebut diduga berasal dari Rusia.
Dan kini mereka sedang mengancam BSI dalam waktu 3 hari untuk membayarkan tebusan kepada mereka.
“Saat ini LockBit ransomware (diduga kelompok hacker Rusia) menebar ancaman, jika dalam 3 hari @bankbsi_id tidak membayarkan uang tebusan, mereka akan menyebarkan 15juta data nasabah yang telah mereka kuasai. Waktunya sedang dihitung mundur,” terangnya dalam cuitan selanjutnya.
Baca Juga: Layanan BSI Mulai Terpantau Normal, tapi Belum Sepenuhnya! Ini Penyebabnya
Warganet tersebut pun menyebut bahwa saat ini kemungkinan pihak BSI sedang mengalami dilema terkait pengancaman tersebut.
Dia pun hanya mengungkapkan akan menunggu penyelesaiannya dari pihak BSI seperti apa.
“Sy memahami dilema yang dihadapi oleh Direksi @bankbsi_id. Membayar tebusan agar data tidak disebar atau bertahan dengan risiko kehilangan kepercayaan nasabah karena telah terjadi kebocoran data. Menarik kita tunggu seperti apa respon @bankbsi_id,” ujar sang akun.
“Inilah risiko nyata dari serangan siber dan lemahnya manajemen risiko dan ketahanan siber di negara ini,” cuitnya lagi.***

Share this article
Gawat, Hacker LockBit ancam untuk sebarkan 15 juta data nasabah BSI jika piha bank tak bayar uang tebusan.