Internasional

Gempa Turki Dikaitkan dengan HAARP Milik Amrik Seperti Kata Dokter Tifa, Daryono BMKG Hanya Komentar Singkat

Oleh: Admin Rabu 08 Feb 2023, 14:08 WIB
Gempa Turki Dikaitkan dengan HAARP Milik Amrik Seperti Kata Dokter Tifa, Daryono BMKG Hanya Berkomentar Singkat

AYOJAKARTA.COMGempa Turki yang terjadi di perbatasan negara itu dengan Suriah pada 6 Februari 2023 sudah menelan korban lebih dari 5 ribu jiwa.

Namun, bagi kalangan penganut teori konspirasi, Gempa Turki memunculkan tanda tanya apakah itu merupakan fenomena alam atau ada campur tangan manusia.

Teori konspirasi yang mengaitkan Gempa Turki dan HAARP juga mendapat perhatian dari Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono.

Para penganut teori konspirasi kemudian mengait-ngaitkan Gempa Turki dan beberapa gempa lain belakangan ini dengan Program HAARP milik Amerika Serikat.

Menurut penelusuran Ayojakarta, HAARP adalah High-frequency Active Auroral Research Program atau Program Penelitian Aurora Aktif Frekuensi Tinggi.

Baca Juga: Heboh Cuitan Dokter Tifa Terkait Gempa Turki dan di Indonesia Berlanjut: Ada Campur Tangan Manusia, Katanya

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak: Kalau Presiden Tak Tahu Ada Transaksi Judi Online Rp155 Triliun, Negara Dalam Bahaya!

HAARP merupakan proyek milik Amerika Serikat yang dilakukan oleh Angatan Udara dan Angkatan Laut AS bekerja sama dengan University of Alaska Fairbanks, dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Proyek ini mulai berjalan pada 1993 silam. Laman Universty of Alaska Fairbanks, menyebut bahwa program tersebut bertujuan untuk meneliti termosfer dan ionosfer.

Selain itu, HAARP bertujuan untuk mencari pengembangan teknologi yang berkenaan dengan ionosfer demi komunikasi radio dan surveilans.

Kalangan penganut teori konspirasi mencurigai bahwa program HAARP adalah proyek persenjataan Negeri Paman Sam.

Di Indonesia, spekulasi bahwa Gempa Turki termasuk gempa besar di Indonesia adalah karena HAARP juga muncul. Salah satunya dari pegiat media sosial Dokter Tifa dengan akun Twitter @DokterTifa.

Dokter bernama Tifauzia Tyassuma dalam kicauannya hari ini, Rabu 8 Februari 2023, @DokterTifa menyebut susah diterima akal sehat kalau gempa yang terjadi sekadar fenomena alam tanpa campur tangan manusia.

“82 GEMPA BESAR dalam 24 jam di seluruh dunia trmsk Indonesia. Agak susah dimasukkan akal kalau ini sekedar lempeng2 menari-nari kesana kemari, tanpa campur tangan manusia. Utk orang cerdas dan mau berpikir,” begitu kata Dokter Tifa.

Di dalam kicauannya itu, @DokterTifa menyertakan link yang menyajikan tentang gempa yang terjadi dalam 24 jam di tautan ini: https://emsc-csem.org/#2w

Dokter Tifa memang kerap memunculkan kontroversi lewat pandangan-pandangannya. Beberapa kali kicauannya—termasuk tentang Presiden Joko Widodo  (Jokowi)—menimbulkan polemik di media sosial.

Dia menulis di bio Twitter-nya sebagai “Medical Doctor, Nutritional Neuroscientist, Molecular Epidemiologist, Author of several books, also PhD Candidate in Philosophy & Social Political Science”.

Kemarin, Dokter Tifa juga melontarkan pendapat yang kontroversi bahwa Gempa Turki adalah bagian dari Perang Dunia III.

Baca Juga: Vonis untuk Ferdy Sambo: Hukuman Mati, Seumur Hidup, Atau….

Baca Juga: Viral Ramalan Gempa Bumi di Turki Tiga Hari Sebelumnya, Ini Kata Daryono!

“Out-of-bounds thinking saya: Gempa Turkiye & Syria caused by technology & related to kejadian pembakaran Al Quran di Swedia,” begitu yang dikicaukan @DokterTifa pada Selasa pagi, 7 Februari 2023.

Kemudian, Dokter Tifa melemparkan spekulasi bahwa runtuhnya bangunan di Turki akibat gempa seperti tidak masuk akal. Runtuhnya gedung di negara itu mirip peristiwa 911 atau 11 September 2001 ketika menara kembar World Trade Center diterjang bom.

Bahkan, Dokter Tifa berspekulasi bahwa gempa yang terjadi di Turki merupakan bagian dari Perang Dunia III.

“Tdk masuk akal   gempa skala 7,7 ttp  gedung2 mendadak roboh  dlm hitungan menit. It was similar to  911. It might be part of World War III.” Begitu kicauan Dokter Tifa.

Dr Tifa juga mengomentari kicauan dari Stew Peters, @realstewpeters, yang memandang apa yang terjadi Suriah (dan Turki) bukanlah gempa bumi tetapi akibat senjata.

Syria - hat wasn’t an earthquake. It was a weapon.” Demikian tulis akun Twitter @realstewpeters yang memiliki 166,2 ribu follower.

Dalam tanggapannya, Dr Tifa menegaskan dia sependapat dengan apa yang disampaikan Stew Peters.

“Sepemikiran. It could be. HAARP ? CERN ? Geoengineering ?” tulis @DokterTifa.

Akibat kicauannya itu, Dokter Tifa sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia.

Gempa Anomali

Dokter Tifa juga menyebut gempa yang terjadi ribuan kali di seluruh dunia sebagai anomali.

“ Maka saya, Dokter Tifa. Mengatakan bahwa Pandemi ini terjadi disebabkan Virus sintesis Bioengineering. Dan Gempa anomali yg terjadi ribuan kali di slrh  dunia disebabkan oleh Teknologi  Geoengineering. Biarlah kalian yg bodoh trs menyebut saya ODGJ, Dokter gila dsb.”

Baca Juga: Fenomena Earthquake Lightning Gempa Turki Ingatkan Kembali Gempa Sumogawe di Lereng Utara Merbabu 2014 Lalu!

Gempa Turki yang mengguncang Turki dan Suriah memang memunculkan perbincangan ramai di media sosial.

Pasalnya, sebelum terjadi terjadi gempa yang juga dirasakan sampai Lebanon dan Siprus, sudah ada prediksi bakal terjadi bencana tersebut yang viral di media sosial.

Adalah peneliti Solar System Geometry Survey (SSGEOS) berbasis di Belanja, Frank Hoogerbeets lewat akun twitter @hogrbe yang memberikan prediksi bakal terjadinya gempa besar di Turki yang berbatasan dengan Suriah.

“Cepat atau lambat aka nada – M 7,5 #gempa bumi di wilayah ini (Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, Lebanon).# deprem,” tulis Hoogerbeets dalam statusnya yang ditulis pada Jumat 3 Februari 2023.

Prediksi yang dibuat oleh Frank menjadi viral, karena lokasi gempa sesuai dengan analisisnya. Puluhan ribu akun menanggapi dan memberikan komentar pada ketepatan analisisnya.

Namun, Daryono dari BMKG hanya berkomentar singkat melalui akun Twitter-nya, @DaryonoBMKG.

“Adalah angan angan kosong, mengkait-kaitkan gempa dengan HAARP.” Begitu cuitan Daryono tentang Gempa Turki dan HAARP. ***

Reporter Admin
Editor Eries Adlin