Jakarta Barat

Dugaan Perebutan Harta hingga Pembunuhan Berencana Keluarga Kalideres, Sosiolog: Mereka Masyarakat Modern

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Rabu 16 Nov 2022, 10:40 WIB
Ilustrasi, Sosiolog Trubus Rahardiansyah memaparkan alasan terkait kemungkinan keluarga di Kalideres masuk dalam kategori pembunuhan berencana.

AYOJAKARTA.COM -- Kasus meninggalnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat mulai menimbulkan spekulasi baru.

Dilansir AyoJakarta.com dari tayangan YouTube tvOneNews Selasa, 15 November 2022, kasus kematian satu keluarga tersebut mengarah pada pembunuhan berencana.

Trubus Rahardiansyah, seorang Sosiolog memaparkan alasan terkait kemungkinan kasus ini masuk dalam kategori pembunuhan berencana.

Trubus menjelaskan bahwa pelaku pembunuhan mungkin dari orang yang ada di dalam rumah tersebut.
Pasalnya pada lokasi kejadian terlihat beberapa barang bukti berupa lilin dan juga bedak tabur yang berada di sekitar jenazah para korban.

Kemudian Trubus menjelaskan mengenai spekulasi awal yang beredar terkait para korban yang terkena paham sesat.

"Kalau itu dianggap sebagai ritual, saya rasa tidak sedahsyat itu, karena bagaimanapun juga sebuah ritual ada proses-prosesnya, misalnya ada orang yang meninggal ada yang menuntun lah membimbing," ujarnya, dikutip AyoJakarta.com pada Rabu, 16 November 2022.

"Saya nggak yakin itu ada yang membimbing, dalam tatarannya dia berasal dari masyarakat kota, yang dalam kondisi sudah dalam pemikiran modern," papar Trubus.

Dari perilaku sosial Trubus menambahkan kemungkinan ada pertengkaran dikarenakan perebutan harta yang dimiliki korban.

Hal ini terlihat dari jumlah kekayaan korban yang bernilai sampai Rp3.6 miliar.

Trubus kembali membantah mengenai paham sesat yang dianut oleh para korban, hal ini dikarenakan ditemukan struk makanan pada lokasi kejadian.

Terakhir Trubus menyimpulkan bahwa kemungkinan kematian satu keluarga ini disebabkan karena adanya pertengkaran untuk memperebutkan atau menguasai harta korban, selain itu adanya kemungkinan mengarah pada pembunuhan berencana karena terlihat sangat rapi dan sudah dipersiapkan.

Hingga saat ini jenazah para korban masih belum diambil oleh keluarga.

Saat dikonfirmasi, Dokter Forensik Kabid Yandokpol Rumah Sakit Polri, AKBP Agung menjelaskan bahwa pemeriksaan histopatologi yang kedua memang belum keluar, namun semua surat-surat untuk pengambilan jenazah sudah selesai pekan lalu.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Tedi Rukmana