AYOJAKARTA.COM - Publik tengah dihebohkan dengan kabar kematian satu keluarga di Kalideres yang sangat misterius.
Satu keluarga yang meninggal tersebut yakni Rudyanto Gunawan (71) yang berstatus kepala keluarga, Margaretha Gunawan (68) berstatus istri, Dian Febbyana (42) merupakan anak dan Budyanto Gunawan (68) yang merupakan ipar.
Awalnya kematian satu keluarga tersebut diketahui saat warga curiga karena mencium bau menyengat dari kediaman korban.
Keempat korban yang merupakan satu keluarga tersebut ditemukan meninggal dengan waktu dan ruangan yang berbeda.
Baca Juga: Ditemukan Buku di Rumah Korban Tewas Kalideres, Benarkah Buku Sekte?
Rudyanto ditemukan tewas di kamar belakang mengering layaknya manusia yang dehidrasi.
Margaretha dan Dian ditemukan bersama di kamar nomor 1, hanya saja Margaretha di kasur dan Dian di lantai.
Sedangkan untuk jasad Budyanto Gunawan ditemukan meninggal dalam posisi duduk di sofa.
Hasil autopsi menyebutkan tidak ada tindak kekerasan namun tidak ditemukannya sisa makanan pada lambung keempat korban.
Polisi sempat menuturkan bahwa dugaan sementara kematian para korban karena kelaparan dan juga dehidrasi.
Namun setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan juga penuturan beberapa saksi, dugaan kematian karena kelaparan tersebut dinilai sangat janggal.
Pasalnya keluarga tersebut tidak termasuk dalam keluarga yang miskin, bahkan disebutkan bahwa keluarga tersebut juga memiliki sejumlah aset.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Tv One News pada Selasa (15/11/22), seorang pakar kriminolog bernama Thomas Sunaryo menuturkan kemungkinan keluarga tersebut menganut paham atau sekte tertentu.
Baca Juga: Cek 7 Fakta Mencengangkan Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Terungkap Banyak Kejanggalan!
Thomas Sunaryo menjelaskan ada tiga paham yang mungkin bisa dikaitkan dengan peristiwa kematian misterius satu keluarga di Kalideres.
1. Paham Apokaliptik
Definisi paham atau sekte apokaliptik adalah keyakinan seseorang atau sekelompok orang untuk menghadapi kehancuran dunia atau hari kiamat.
Paham seperti ini sebenarnya belum pernah ditemukan di Indonesia, namun pernah terjadi di negara Amerika.
“Secara apa penelitian belum ada tapi nanti kita kaitkan dengan kemungkinan, kalau di Amerika malah belum lama itu yang 39 itu ya dia bunuh diri dengan makan sosis yang di dalamnya sudah dibubuhi racun sangat tinggi", ujar Thomas Sunaryo.
“Mungkin juga karena ada keyakinan oh ini sudah mendekati hari kiamat gitu ya jadi lebih baik kita mati duluan saja daripada kena kiamat kan dibayangkan pecah ya bumi itu”, imbuhnya.
2. Paham Altruistik Suicide
Definisi paham ini adalah suatu keyakinan yang sangat kuat di dalam diri seseorang atau sebuah kelompok.
“Yang kedua ada yang disebut altruistik suicide keyakinan di antara satu kelompok itu kuat misalnya di dalam dunia militer, teroris dan perang”, jelas pakar kriminolog tersebut.
“Bahkan di dunia perang seperti perang dunia itu tentara kerap kali dibekali racun yang jika dia ketangkap itu dimakan lebih baik mati kan begitu” jelas Thomas Sunaryo.
“Ini di Indonesia pernah terjadi di Bali perang puputan daripada ketangkap Belanda itu lebih baik mereka bunuh diri bersama-sama”, imbuhnya.
Baca Juga: Fakta-fakta Misteri Satu Keluarga Tewas di Kalideres: dari Peralatan Bayi hingga Bungkus Makanan
3. Paham Egoistic Suicide
Paham ini biasanya bersifat melakukan bunuh diri untuk menghukum atau menunjukkan pembuktian kepada orang lain.
“Jenis lain adalah egoistic suicide bunuh diri untuk menghukum orang lain atau dia menunjukkan sesuatu pada orang lain misalnya orang patah hati atau keyakinan politik”, papar Thomas Sunaryo.
Thomas Sunaryo juga menuturkan kemungkinan lain seperti ikatan-ikatan sosial tidak perlu lagi oleh satu keluarga di Kalideres tersebut.
Menurut Sunaryo seluruh kemungkinan tersebut bisa merupakan kombinasi sehingga dapat dikaitkan dengan misteri tewasnya satu keluarga di Kalideres yang saat ini tengah viral.***

Share this article
Berikut tiga paham yang bisa dikaitkan dengan misteri tewasnya satu keluarga di Kalideres Jakarta Barat.