AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi guna mengatasi kemacetan di sejumlah titik strategis ibu kota.
Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian adalah pembangunan Flyover Latumeten yang ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026.
Flyover tersebut diklaim mampu memangkas waktu tempuh kendaraan sekitar 10 hingga 15 menit.
Berbeda dengan konsep sebelumnya, flyover yang berada di kawasan Grogol, Jakarta Barat ini akan dibangun dengan dua arah sehingga mampu mengakomodasi arus kendaraan dari kedua sisi secara lebih optimal sebagai berikut:

1. Arah Slipi
- Panjang 435 meter
- Lebar 11 meter
- 2 lajur kendaraan dan 1 jalur Tranjakarta
2. Arah Grogol
- Panjang 420 meter
- Lebar 11 meter
- 2 lajur kendaraan dan 1 jalur Tranjakarta

Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di kawasan Latumeten, terutama pada jam-jam sibuk.
Dikutip dari akun Instagram @binamarga, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, didampingi Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo, meninjau langsung progres pembangunan yang saat ini sudah mencapai 55,2 persen.
Flyover Latumeten dibangun untuk menghadirkan berbagai manfaat bagi masyarakat, di antaranya:
- Meningkatkan keselamatan dengan menghilangkan perlintasan sebidang kereta api.
- Mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Jakarta Barat.

- Menghubungkan Halte Transjakarta dengan Stasiun Grogol untuk memudahkan perpindahan antarmoda.
- Mendukung kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Terintegrasi dengan JPO yang Inklusif
Tak hanya itu, pembangunan flyover ini juga dilengkapi dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.
JPO ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang mendorong masyarakat semakin mudah mengakses transportasi umum.

Nantinya JPO ini dapat menghubungkan Halte Transjakarta dengan Stasiun Grogol.
Dengan adanya fasilitas ini diharapkan masyarakat bisa beralih ke transportasi umum melalui akses yang lebih aman dan nyaman.***