Jakarta Pusat

PDIP DKI Heran dengan Etika Wiliam

Oleh: Admin Kamis 31 Okt 2019, 16:53 WIB
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono/Ayojakarta.com-Aprilia Rahapit

JAKARTA PUSAT, AYO JAKARTA.COM -- Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono sepakat dengan Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua yang menegur Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana soal  Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

"Itu kan soal tahapan saja yang disampaikan pak Inggard tadi, bahwa tahapan pembahasan kita, saat ini belum sampai tahapan di satuan tiga. Tapi seharusnya tuh disampaikan dulu dalam pembahasan internal, itu aja kok sebenernya," ujar Gembong di DPRD DKI Jakarta, Kamis (31/10/2019). 

Gembong mengaku heran dengan Wiliam. Pasalnya, yang diunggah Wiliam soal anggaran lem aibon di media sosialnya sebelumnya tidak pernah dibahas secara internal di meja dewan. 

"Siapapun bisa lihat, tapi ketika melihat barang yang tidak pernah kita bahas kan jadi lucu, gitu aja, makanya cuma soal etika saja," tuturnya.

Lebih lanjut Gembong mengatakan, Wiliam hanya berharap respons masyarakat melalui media, padahal siapapun bisa mengakses e-budgeting ABPD DKI Jakarta dalam portal apbd.jakarta.go.id. 

AYO BACA : Dikritik Soal Tata Krama, Wiliam: Saya Terima

"Ya, sudah tahu kenapa harus disampaikan ke publik? biar mendapatkan umpan balik dari masyarakat. Justru itu yang ingin disasarkan," tegasnya.

Menurut Gembong, tidak ada hal prinsip yang disampaikan Wiliam dan hanya soal etika sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.

''Nggak ada hal yang sangat spesifik,'' ucap Gembong.

Seharusnya, tambah Gembong, apa yang disampaikan Wiliam terlebih dahulu dibahas dalam wilayah internal DPRD DKI Jakarta. Terlebih, masyarakat saat ini lebih kritis menanggapi polemik.

"Lebih elegan kalau itu dilakukan dalam pembahasan, pembahasan selesai baru disampaikan ke publik itu jauh lebih elegan. Bahwa informasi sekarang nggak ada satu orang pun yang bisa nutup informasi, memang eranya berubah. Saya menghormati era itu," pungkasnya.

AYO BACA : Wakil Ketua Komisi A Sindir Wiliam Aditya Soal Harga Diri dan Tata Krama

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim