AYOJAKARTA.COM – Menurut BMKG, salah satu penyebab banjir di Jakarta pekan lalu adalah tingginya intensitas curah hujan akibat fenomena cuaca ekstrim.
Selain menyebabkan tingginya curah hujan, cuaca ekstrim juga mengakibatkan meningkatnya permukaan air laut hingga tanah longsor pada sejumlah titik di Jakarta.
Guna mengantisipasi dampak lebih besar, Pemprov Jakarta menggandeng sejumlah instansi terkait untuk memperkecil potensi munculnya fenomena cuaca ekstrim.
Baca Juga: Bocoran Drama Korea Our Movie Episode 9, Cinta Jeon Yeo Been dan Namkoong Min Tidak Direstui
Salah satu program yang kini tengah dilakukan oleh Pemprov Jakarta adalah dengan mulai menggelar OMC atau Operasi Modifikasi Cuaca.
Bekerjasama dengan BMKG, TNI AU dan BNPB serta Kepala Daerah di kawasan Jabodetabek, Pemprov Jakarta mulai menerapkan OMC pada tanggal 7 Juli lalu.
Direncanakan terus dilakukan hingga hari ini, OMC yang dilakukan sejak empat hari lalu telah berhasil memperkecil potensi terjadinya dampak cuaca ekstrim.
Menurut Abdul Muhari selaku Kapusdatin BNPB, OMC yang dilakukan secara terintegrasi bertujuan untuk memperkecil intensitas curah hujan.
“Itu untuk mengurangi intensitas hujan yang pada hilirnya akan mengurangi potensi bencana hidrometeorologi di Jabodetabek,” jelas Abdul dikutip Ayojakarta dari Metro TV.
Lebih lanjut Abdul menegaskan, hingga hari ini OMC telah melakukan sebanyak 18 kali lepas landas untuk memastikan operasi berjalan dengan baik.
Selain material Garam NaCl untuk mempercepat intensitas hujan, OMC juga menggunakan Kapur CaO yang berguna mengganggu pertumbuhan awan.
Dengan menggandeng TNI AU, masing-masing pesawat yang dilibatkan dalam OMC mampu mengangkut sebanyak 800 hingga Satu Ton kebutuhan material.
Meski kondisi cuaca di kawasan Jakarta sudah terpantau relatif cerah, OMC saat ini terus melakukan penyemaian di wilayah Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta serta Indramayu.
Dianggap sebagai salah satu solusi dalam melakukan mitigasi yang disebabkan oleh Hidrometeorologi Basah, OMC telah dilakukan Indonesia sejak tahun 1977.
Pertama kali digagas oleh Presiden Soeharto, Operasi Modifikasi Cuaca pertama kali dilakukan untuk menunjang sektor pertanian.
Mengadaptasi dari pemerintahan Thailand, OMC yang diprakarsai oleh Presiden Kedua Indonesia dilakukan pertama kali di Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Ada Kendala Pencairan BSU di Pospay? Ini Kontak CS PT Pos Indonesia yang Bisa Dihubungi
Sepanjang kurun waktu tersebut, Operasi Modifikasi Cuaca yang sebelumnya disebut dengan istilah Teknologi Modifikasi Cuaca telah dilakukan untuk berbagai tujuan.
Selain kebakaran hutan dan penanggulangan kekeringan, OMC juga berguna untuk pengisian waduk, serta memperkecil potensi hujan seperti yang kini dilakukan Pemprov Jakarta.
Sehingga aktivitas masyarakat Jakarta atau di sekitar lokasi penyemaian atau penyebaran OMC dapat tetap berjalan lancar tanpa kuatir terkendala hujan besar. ***