AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Keuangan RI resmi mencanangkan proyek penataan dan integrasi Taman Lapangan Banteng dengan kawasan Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat.
Proyek ini ditargetkan rampung pada Maret 2026 dan akan dimulai pada Juli 2025. Pencanangan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya membentuk Formal-Heritage District di Jakarta, menghubungkan ruang terbuka hijau dengan kawasan bersejarah.
Gedung AA Maramis yang dikelola LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara), akan dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, dan kultural.
Sesuai prinsip “the highest and the best use” dari Kementerian Keuangan, aset negara seperti gedung ini harus dimanfaatkan secara optimal.
Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya ruang publik dalam memperkuat identitas kota. Ia menyebut Lapangan Banteng sebagai contoh sukses, yang kini buka 24 jam dan menjadi magnet warga.
Saat HUT ke-498 Jakarta, Lapangan Banteng dikunjungi lebih dari 15.000 orang. Menariknya, proyek ini tidak menggunakan dana APBD.
Baca Juga: Ada Kendala Pencairan BSU di Pospay? Ini Kontak CS PT Pos Indonesia yang Bisa Dihubungi
Pendanaannya bersumber dari kompensasi pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) oleh PT Bank Jtrust Indonesia, menjadi contoh nyata kolaborasi antarlembaga dan sektor swasta.
Desain penataan kawasan akan menerapkan konsep shared street atau woonerf yakni konsep jalan yang menyatukan pejalan kaki dan kendaraan tanpa batasan fisik seperti trotoar atau marka jalan.
Ini bertujuan menciptakan koridor ramah pejalan kaki dan inklusif, yang memungkinkan aktivitas sosial warga kota berlangsung nyaman dan aman.
Rencana penataan juga mengedepankan keberlanjutan, dengan menyediakan pohon peneduh, tempat duduk publik, dan jalur pesepeda.
Baca Juga: Jelang MPLS, Kemendikdasmen Buat Aturan Resmi 'MPLS Ramah' 2025: Aturan Pakaian Klik di Sini...
Selain menghidupkan kembali kawasan bersejarah, integrasi ini diharapkan memperkuat hubungan manusia dengan ruang kota yang kaya nilai sejarah.
Jika berjalan sesuai rencana, kawasan Lapangan Banteng hingga Gedung AA Maramis akan menjadi simbol baru ruang kota yang modern, bersejarah, dan ramah bagi semua kalangan.***

Share this article
Pemprov DKI & Kemenkeu canangkan integrasi Lapangan Banteng–Gedung AA Maramis, rampung Maret 2026, tanpa dana APBD, berkonsep woonerf.