AYOJAKARTA.COM - Sejumlah halte Transjakarta di Jakarta terpaksa berhenti beroperasi akibat kerusakan pasca kericuhan beberapa waktu lalu.
Kondisi ini berdampak besar pada mobilitas ribuan warga yang mengandalkan transportasi publik. Salah satu yang terdampak cukup signifikan adalah Koridor 1 Blok M–Kota, yang untuk sementara tidak melayani Halte Bundaran Senayan hingga Bendungan Hilir di kedua arah.
PT Transjakarta memastikan layanan tetap berjalan meski dengan pengalihan rute. Selain Koridor 1, Koridor 2 Pulo Gadung–Monas juga mengalami perubahan. Arah Monas sementara tidak melayani Halte Senen Toyota Rangga hingga Istiqlal, sedangkan arah Pulo Gadung tidak melayani Halte Kwitang hingga Pasar Cempaka Putih.
Baca Juga: Rumah Sri Mulyani Dijarah Warga, Apa Saja Aset Mewah yang Dimilikinya?
Adapun Koridor 10 juga terdampak, dengan layanan tidak berhenti di Halte Koja untuk dua arah. Di sisi lain, sejumlah layanan Transjakarta mulai kembali normal. Koridor 14 Pasar Senen–JIS sudah beroperasi kembali, meski diperpendek sementara hanya melayani dari Halte Kemayoran–JIS. Layanan koridor 7, 11, dan 13 juga kembali melayani pelanggan.
Untuk rute pendukung, layanan Mikrotrans sebagian besar sudah dapat beroperasi lagi. Beberapa rute yang kembali melayani pelanggan di antaranya JAK 03, JAK 18, JAK 31, JAK 32, JAK 44, JAK 45, JAK 46, JAK 47, JAK 49, JAK 64, JAK 93, JAK 95, dan JAK 102.
Sementara itu, rute lain seperti JAK 02, JAK 26, JAK 33, JAK 34, JAK 35, JAK 39, JAK 40, JAK 41, JAK 42, JAK 43C, JAK 48A, JAK 74, JAK 84, JAK 85, JAK 86, JAK 99, JAK 100, JAK 105, JAK 106, JAK 110A, dan JAK 112 juga sudah kembali beroperasi.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa perbaikan halte akan dilakukan bertahap. Perbaikan ringan dimulai 1 September, kerusakan sedang ditangani 3 September, dan kerusakan berat dijadwalkan mulai 8 September. Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik bersama-sama.
Baca Juga: Perbandingan Gaji DPR vs UMR Warga di 8 Negara, Indonesia Paling Miris
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan kampanye #JagaJakarta untuk meningkatkan kesadaran warga agar menjaga halte, trotoar, dan sarana transportasi umum lainnya.
Warga juga dapat melapor melalui layanan darurat 112 atau aplikasi JAKI jika menemukan kerusakan maupun situasi darurat.
Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, diharapkan transportasi publik Jakarta dapat segera pulih dan kembali melayani warga secara optimal.***