AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini, wacana kenaikan gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi sorotan publik.
Keputusan tersebut dinilai tidak tepat mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit. Gelombang demonstrasi sejak 25 Agustus 2025 hingga saat ini pun mencerminkan kekecewaan rakyat terhadap kebijakan tersebut.
Berdasarkan PP Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok anggota DPR berkisar Rp4,2 juta hingga Rp5 juta, tergantung jabatan. Namun, angka ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kompensasi.
Baca Juga: Siap-siap! iPhone 17 Rilis September 2025: Desain Futuristik dan Teknologi Canggih Siap Memikat
Anggota DPR juga menerima berbagai tunjangan, mulai dari tunjangan jabatan, tunjangan kehormatan, komunikasi intensif, hingga tunjangan rumah dinas yang mencapai Rp50 juta per bulan. Total pendapatan anggota DPR bisa menyentuh sekitar Rp100 juta setiap bulannya.
Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa tunjangan perumahan diberikan karena rumah dinas di Kalibata sudah tidak layak huni.
Menurutnya, fasilitas ini diperlukan agar anggota DPR dapat menjalankan kewajibannya, termasuk menyambut konstituen yang datang ke Jakarta.
Namun, penjelasan ini tetap menuai kritik karena dianggap tidak sejalan dengan kondisi rakyat yang sedang berjuang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Baca Juga: Jasa Marga: Perbaikan dan Pemulihan Gerbang Tol Cawang–Tomang–Pluit Segera Dilakukan
Jika dibandingkan dengan negara lain, kesenjangan gaji DPR dengan upah minimum rakyat Indonesia memang yang paling mencolok. Berikut perbandingannya, dilansir dari akun Instagram @ngomonginuang.
Indonesia
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp100 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp3,7 juta
- Rasio Gaji: 27 kali lipat
Amerika Serikat
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp232 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp64 juta
- Rasio Gaji: 3,6 kali lipat
Baca Juga: HCS Ultima Diluncurkan, Layanan Pengisian EV di Rumah Kini Lebih Cepat dan Praktis
Jerman
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp176 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp72 juta
- Rasio Gaji: 2,4 kali lipat
Singapura
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp208 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp55 juta
- Rasio Gaji: 3,7 kali lipat
Baca Juga: Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Diamuk Massa, Kaca Dilempari Batu hingga Kayu, Mobil Dirusak
Malaysia
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp67,2 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp6,4 juta
- Rasio Gaji: 10,5 kali lipat
Filipina
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp78 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp5,6 juta
- Rasio Gaji: 13 kali lipat
Baca Juga: Mulai Hari Ini! Layanan Transportasi Umum Transjakarta dan MRT Gratis Selama Seminggu
Thailand
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp56 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp6,5 juta
- Rasio Gaji: 8 kali lipat
Australia
- Gaji dan tunjangan DPR: Rp227 juta
- Rata-rata UMR warga: Rp73 juta
- Rasio Gaji: 3 kali lipat
Data ini menunjukkan bahwa rasio gaji DPR terhadap UMR rakyat di Indonesia jauh lebih timpang dibandingkan negara lain.
Sementara di negara maju seperti Jerman dan Australia selisihnya hanya 2–3 kali lipat, di Indonesia seorang anggota DPR bisa menerima 27 kali lebih besar dibanding upah minimum pekerja.
Tak heran jika isu kenaikan gaji DPR memicu gelombang protes. Publik menilai kebijakan tersebut tidak berempati pada kondisi masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
Perbandingan dengan negara lain semakin menegaskan bahwa kesenjangan penghasilan pejabat dan rakyat di Indonesia berada pada titik yang mengkhawatirkan.***
Share this article
Gaji DPR Indonesia capai Rp100 juta per bulan atau 27 kali lipat dari UMR, jauh timpang dibanding negara lain. Isu ini picu demo besar sejak 25 Agustus 2025.