AYOJAKARTA.COM - Media sosial dihebohkan dengan peristiwa sebuah mobil Toyota Calya berwarna hitam melaju berlawanan arah dengan kencang di Jalan Gunung Sahari, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Rabu (25/2).
Terkait peristiwa ini, pengemudi berhasil diamankan dan dilakukan tes urine.
Hal ini disampaikan oleh Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Arry Setyo Utomo.
Arry mengatakan bahwa pengemudi mobil tersebut telah dilakukan pemeriksaan urine dan hasilnya negatif.
Baca Juga: Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ Tahap Februari 2026 Resmi Cair kepada 205.170 Penerima, Ini Rinciannya
Pengemudi berinisial HM itu menjalani tes urine di Mapolres Metro Jakarta Selatan, pada Rabu malam.
"Hasil tes urine negatif," ujarnya.
Tes urine ini dilakukan karena pihak kepolisian sedang mendalami kasus apakah ada indikasi penggunakan barang terlarang atau tidak.
Atas peristiwa ini, seorang warga Cengkareng terseret mobil dan kini dalam penanganan medis.
Baca Juga: Kapan THR 2026 Pekerja Cair? Menaker: Sudah Ada Regulasinya, Kalau Wajibnya H-7 Idulfitri, tapi...
Arry mengatakan bahwa korban mengalami luka memar di bagian tangan.
Sebelumnya, aksi mobil tersebut viral di media sosial dan diunggah oleh berbagai akun, salah satunya adalah Instagram @lintasjakartaupdate.
Dalam video tersebut, mobil tampak melaju kencang dan melawan arah di tengah kepadatan lalu lintas.
Mobil itu pun menyerempet beberapa sejumlah mobil lain dan sepeda motor hingga akhirnya berhasil dihentikan oleh warga dan petugas kepolisian.
Untuk menghentikan mobil tersebut, memang cukup sulit, karena pengemudi sangat nekat.
Beberapa warga pun ngamuk dan memecahkan kaca hingga pintu mobil dengan helm.
Setelah ditelusuri, pengemudi berplat mobil D-1640-AHR itu adalah pria berinisial HM asal Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam mobil tersebut juga ada satu perempuan.
Menggunakan Plat Mobil Palsu
Awalnya, pemiliki mobil itu diduga menggunakan plat nomor palsu.
Sehingga diberhentikan oleh dua polisi yang bertugas.
Namun, pengemudi ketakutan dan melarikan diri hingga masuk ke Jalan Gunung Sahari.
Di kawasan tersebut, pengemudi nekat melawan arah dari selatan ke utara di Jalan Bungur Besar.
Saat di simpang Bungur, pengemudi membelokkan mobilnya ke arah kiri dalam kondisi yang tetap melawan arah ke barat.
Hingga akahirnya di samping empat Menara Bidakara Alfa Land (MBAL) mobil terus melaju kencang melawan arah di Jalan Pos.
Kendaraan pun masih nekat melancarkan aksinya dengan berputas arah kembali ke simpang empat MBAL dan belok kiri di jalur berlawanan arah di Jalan Gunung Sahari.***