Jakarta Selatan

Ini 9 Klaster Pasien Covid-19 dan Potensi Penyebaran di DKI Jakarta

Oleh: Admin Rabu 29 Jul 2020, 13:35 WIB
Salah satu RW zona merah di Kelurahan Jati, Jakarta Timur/ayojakarta/eries.adlin

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – DKI Jakarta menjadi salah satu dari dua provinsi di Indonesia yang mendapatkan perhatian khusus dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19—selain Gorontalo.

Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan bahwa lima wilayah administratif di DKI termasuk dalam zona merah atau  risiko tinggi penyebaran virus Corona. Satu lagi wilayah, Kabupaten Kepulauan Seribu, masuk kategori risiko sedang.

Sementara itu, berdasarkan kajian Dinas Kesehatan DKI atas data pasien Covid-19 selama 4 Juni sampai dengan 26 Juli 2020 terhadap 11.838 pasien, tercatat 54% orang dengan kasus positif ditemukan tanpa gejala (OTG).

AYO BACA : KISAH ANAK PANCONG: Rahasia Indomie Ibu Sami

Dinkes DKI menyebut ada sembilan klaster pasien yang terpapar virus Corona yaitu:

  1. Pasien di rumah sakit (RS) 5.475 kasus atau 46,2%.
  2. Pasien di komunitas (4.120 kasus atau 34,7%)
  3. Anak buah kapal (ABK) dan pekerja migran (749 kasus atau 6,3%).
  4. Pasar (547 atau 4,6%)
  5. Orang yang bekerja di perkantoran (440 kasus atau 3,9%)
  6. Pegawai yang bekerja di fasilitas kesehatan (350 kasus atau 2,9%).
  7. Peserta kegiatan keagamaan (108 kasus atau 0,9%)
  8. Panti (29 kasus atau 0,24)
  9. Rumah tahanan (rutan) (20 kasus atau 0,2)

Dinkes DKI juga menyebut pontesi penyebaran virus Corona yang merupakan dampak dari aktivitas:

  • Permukiman pada wilayah rukun warga (RW) rawan
  • Perkantoran
  • Pasar
  • Apartemen, kos-kosan
  • Panti dan asrama
  • Tempat pengungsian
  • Transportasi umum
  • Komunitas olahraga
  • Tempat wisata atau hiburan
  • Fasilitas kesehatan
  • Aktivitas keagamaan

Menurut catatan Ayojakarta, sudah lima kali penambahan kasus positif harian di Jakarta melewati angka 400 kasus. Rekor tertinggi, menurut data corona.jakarta.go.id,  terjadi pada 27 Juli dengan 472 kasus.

Gubernur DKI Anies Baswedan ketika menanggapi mengapa angka positif Covid-19 di Jakarta melonjak melalui akun Instagram-nya menyatakan sepanjang Juli , ada 6.05 orang di Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid 19.

“Tim Puskesmas Jakarta aktif mencari sejak Juni. Tak heran kalau angka positif melonjak,” ujar Anies melalui kanal Youtube-nya pada Jumat 24 Juli.

AYO BACA : Supermarket Tip Top Rawamangun Tutup Selama Seminggu

Reporter Admin
Editor Eries Adlin