AYOJAKARTA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyebut, wilayah Jakarta dan sekitarnya masih berpotensi mengalami fenomena cuaca ekstrim.
Dampak dari cuaca ekstrim tersebut bagi wilayah Jakarta adalah, terjadinya peningkatan intensitas curah hujan yang disertai dengan datangnya genangan air hingga banjir.
Salah satu akibat dari terjadinya peningkatan curah hujan yang disertai banjir, sejumlah wilayah di Jakarta berpotensi mengalami tanah longsor.
Baca Juga: 2 Hari Lagi Cair! Bantuan Sosial Rp500.000 dan Rp300.000 Siap Disalurkan Bank BRI, BNI, dan Mandiri
Menurut Ida Pramuwardani yang merupakan Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, fenomena cuaca ekstrim masih akan berlanjut hingga satu pekan mendatang.
Selain berpotensi terjadi di wilayah bagian barat Indonesia seperti kepulauan Sumatra, hal senada juga berpeluang dirasakan pada sejumlah wilayah bagian Tengah seperti Sulawesi.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim Prediksi BMKG menyebut khusus untuk wilayah pulau Jawa khususnya Jabodetabek; intensitas potensi cuaca ekstrim saat ini berangsur mereda.
Guna memperkecil dampak fenomena cuaca ekstrim, Ida Pramuwardani menyebut BMKG bekerjasama dengan Pemerintah Daerah telah melakukan upaya modifikasi cuaca.
Baca Juga: iPhone 13-15 Series Turun Harga Hingga Rp7,9 Juta di Pertengahan 2025, Mana yang Tepat?
Langkah tersebut menurut Ida dilakukan untuk memperkecil potensi serta dampak masif dari adanya fenomena cuaca ekstrim seperti banjir.
Selain banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan, fenomena cuaca ekstrim menurut Ida juga turut memperbesar potensi terjadinya banjir bandang serta tanah longsor.
“BMKG bekerjasama dengan Pemda juga sudah melakukan upaya modifikasi cuaca yang akan berlangsung sampai tanggal 11 nanti,” ujar Ida dikutip Ayojakarta dari tvOne.
Namun demikian Ketua Tim Prediksi BMKG menambahkan, keberlanjutan dari upaya memodifikasi cuaca akan terus dievaluasi mengingat cuaca masih dalam kondisi labil.
Baca Juga: Bantuan Juli-September 2025 Dipercepat, Ini 5 Syarat yang Harus Dipenuhi KPM
Sehubungan dengan kondisi Jakarta yang berpotensi mengalami dampak tanah longsor akibat cuaca ekstrim, BPBD Jakarta telah merilis sejumlah daftar potensial.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, terdapat dua wilayah administrasi di Jakarta yang memiliki potensi tanah bergerak saat terjadi banjir.
Untuk itu PVMBG berharap agar para Pemangku Wilayah dari mulai Camat hingga RW dan seluruh masyarakat untuk lebih bersikap tanggap.
Selain di Jakarta Timur yang meliputi Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo, potensi tanah bergerak juga berpeluang dialami di wilayah Jakarta Selatan.
Baca Juga: Jadwal Job Fair Jakarta Selatan Juli 2025, Gratis dan Terbuka untuk Umum!
Adapun persebaran wilayah Jakarta Selatan yang berpotensi mengalami longsor antara lain Jagakarsa, Kebayoran Lama dan Baru, dan Mampang Prapatan.
Disamping kelima kecamatan tersebut, daerah lain di Jakarta Selatan seperti Pancoran, Pesanggrahan serta Pasar Minggu juga termasuk dalam daftar. ***