Khazanah

Tahun 2030 Umat Islam Akan Puasa Ramadhan Dua Kali dalam Setahun! Kok Bisa, Pertanda Apa?

Oleh: Karseno AJ Sabtu 15 Mar 2025, 20:05 WIB
Ibadah puasa Ramadhan 1452 H atau tahun 2030 Masehi mendatang, puasa serta Idul Fitri dipastikan akan terjadi dua kali dalam setahun.

AYOJAKARTA.COM -- Pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1446 H atau tahun 2025 Masehi, relatif sama dengan tahun sebelumnya yang berlangsung sekali dalam satu tahun.

Namun pada pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1452 H atau tahun 2030 Masehi mendatang, puasa serta Idul Fitri dipastikan akan terjadi dua kali dalam setahun.

Meski merupakan salah satu fenomena astronomis yang wajar, pelaksanaan puasa Ramadhan sebanyak dua kali dalam satu tahun masehi tentu menjadi hal luar biasa.

Baca Juga: Doa Ramadhan Hari ke-15: Memohon Kekhusyukan dan Kelapangan Hati

Berbeda dengan Baby Boomers hingga X yang pernah mengalami, bagi generasi Milenial, Generasi Y dan Z, tentu fenomena semacam ini menjadi momen langka.

Guna menegaskan bahwa fenomena Ramadhan yang berlangsung sebanyak dua kali dalam setahun bukan sesuatu yang mengerikan, penjelasan ilmiah tentu perlu diperhatikan.

Langkah awal untuk memahami penyebab fenomena bulan Ramadhan dapat berlangsung sebanyak dua kali di tahun 2030 mendatang, adalah mengenal sistem kalender.

Ramadhan merupakan salah satu nama bulan dalam sistem penanggalan Islam atau dikenal dengan istilah Kalender Hijriah yang menggunakan lunar atau bulan sebagai acuan.

Baca Juga: Menu Buka Puasa Ramadhan Paling Digemari, Ini Filosofi Cendol hingga Dijuluki Dessert Terlezat di Dunia

Sementara dalam sistem penanggalan Masehi, acuan penanggalan yang digunakan sebagai dasar penentu adalah solar atau matahari.

Akibat adanya perbedaan acuan siklus benda langit yang digunakan tersebut, jumlah hari dalam kalender Hijriah serta Masehi juga mengalami perbedaan.

Adapun jumlah hari dalam setahun pada sistem penanggalan berdasarkan kalender Masehi adalah 365 hari dan 366 hari di setiap tahun kabisat.

Pada sistem kalender Hijriah yang digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai acuan peribadatan, jumlah hari dalam setahun adalah sebanyak 355.

Baca Juga: Ramadhan Terasa Hambar? Buya Yahya Ungkap Kunci Meraih Keberkahan yang Terlewatkan

Berdasarkan pada jumlah hari dalam setahun dari kedua sistem kalender Masehi dan Hijriah, terdapat perbedaan sebanyak 10 atau 11 hari di tahun kabisat.

Dampak dari adanya perubahan jumlah hari dalam setahun membuat pelaksanaan ibadah Ramadhan setiap tahun Masehi mengalami kemajuan waktu.

Siklus yang terus berulang setiap tahun selama rentang waktu 33 putaran atau setara jumlah tasbih, akan membuat Ramadhan kembali ke posisi awal.

Baca Juga: Tanpa Lelah! Ala Buya Yahya Cara Jitu Raih Untung Dunia Sekaligus Pahala Surga di Bulan Ramadhan

Adanya perbedaan sistem kalender Masehi yang menggunakan Matahari sebagai acuan dan Hijriah dengan Bulan, memungkinkan terjadinya perbedaan siklus tahunan Ramadhan.

Akibat jumlah hari pada kalender Hijriah yang lebih pendek dibandingkan Masehi, membuat waktu berpuasa Ramadhan di tahun 2030 terjadi dua kali.

Setelah puasa Ramadhan dilakukan pada sekitar 6 Januari, di sekitar tanggal 26 Desember 2030 umat Islam diprediksi kuat akan kembali menjalankan puasa Ramadhan 1452 H.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil