AYOJAKARTA.COM - Ramadan adalah bulan yang suci dan istimewa bagi seluruh umat muslim.
Bulan puasa Ramadan kini sudah memasuki hari ke 13.
Terdapat beberapa peristiwa yang istimewa terjadi di bulan Ramadan.
Salah satunya adalah waktu di mana turunnya Alquran atau disebut dengan Nuzulul Quran.
Baca Juga: Bolehkah Menunda Mandi Wajib Setelah Sahur Saat Puasa Ramadhan? Ini Jawabannya
Peristiwa Nuzulul Quran ini tentu menjadi momen spesial dalam sejarah Islam.
Lantas kapan peringatan Nuzulul Quran ini?
Dikutip dari lampung.nu.or.id, Kamis (13/3/2025), peringatan Nuzulul Quran jatuh pada 17 Ramadan yakni hari Minggu (malam Senin 17 Maret 2025).
Terdapat dua argument yang bisa menjadi dasar peringatan Nuzulul Quran ini.
1. Berdasarkan surat Al-Anfal ayat 41
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: Dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Para ulama mengartikan 'yaumul furqan' pada yat tersebut adalah sebagai bertemunya dua pasukan Muslim dan kafir Quraisy saat perang Badar di 17 Ramadan.
Hal ini dikemukakan oleh Imam ath-Thabari dalam Jāmiʽul Bayān fi Ta’wilil Quran (13/562) dengan mengutip Hasan bin Ali:
قال الحسن بن علي بن أبي طالب رضي الله عنهكانت ليلة "الفرقان يوم التقى الجمعان"، لسبع عشرة من شهر رمضان.
Artinya: Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra berkata, ‘Yang dimaksud dengan malam ‘al-furqan yaumul taqāl Jamʽān’ adalah tanggal 17 bulan Ramadan.’
2. Berdasarkan peristiwa Rasulullah SAW saat menerima wahyu pertama kali di Gua Hira
Wahyu pertama kali yang diterima Rasulullah SAW adalah Alquran surat Al Alaq ayat 1-5.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Perlu diketahui, bahwa proses turunnya Alquran atau Nuzulul Quran ini mengalami dua fase:
1. Allah SWT menurunkan Alquran dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia
2. Allah SWT menurunkan Alquran dari langit dunia ke bumi.
Syekh Muhammad Ali As-Shabuni dalam Kitab At-Tibyan fi Ulumil Quran menjelaskan antara lain Nuzulul Quran atau proses turun Alquran, hikmah penurunan Alquran secara bertahap, metodologi penulisan dan kodifikasi Alquran.
للقرآن الكريم تنزلان الأول من اللوح المحفوظ إلى السماء الدنيا جملة واحدة في ليلة القدر، الثاني من السماء الدنيا إلى الأرض مفرقا في مدة ثلاث وعشرين سنة
Artinya: Al-Qur’an diturunkan pada dua fase: pertama, dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia (Baitul Izzah) sekaligus pada malam Lailatul Qadar; kedua, dari langit dunia ke bumi secara bertahap selama 23 tahun (Muhammad Ali As-Shabuni, At-Tibyan fi Ulumil Qur’an, [Jakarta, Darul Mawahib Al-Islamiyah: 2016 M], halaman 33).***