AYOJAKARTA.COM -- Sahur jadi momen penting sebelum memulai puasa Ramadhan. Tapi, bagaimana kalau seseorang dalam kondisi junub dan belum sempat mandi wajib sebelum sahur? Apakah puasanya tetap sah?
Ada kondisi di mana seseorang bangun dalam keadaan junub setelah masuk waktu Subuh. Apakah ini membatalkan puasa? Jawabannya: tidak!
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bangun dalam keadaan junub di pagi hari saat Ramadhan.
Beliau lalu mandi wajib dan tetap menjalankan puasanya tanpa perlu mengqadha. Artinya, puasanya tetap sah dan sempurna.
Baca Juga: Mudah Tanpa Harus Login! Begini Cara Cek Penerima Bansos BLT BBM di Aplikasi Cek Bansos
Walaupun junub tidak membatalkan puasa, ada beberapa hal yang tetap tak boleh dilakukan sebelum mandi wajib, yaitu:
- Salat
- Membaca Alquran
- Memegang mushaf
- Thawaf
- Berdiam diri di masjid
Jika belum sempat mandi sebelum sahur, dianjurkan setidaknya berwudhu dan membersihkan area intim terlebih dahulu.
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Supaya ibadah makin khusyuk, berikut langkah-langkah mandi wajib sesuai ajaran Islam:
- Niat dengan sungguh-sungguh
- Membersihkan area intim
- Membaca bismillah
- Berwudhu seperti biasa
- Mengguyur kepala (dimulai dari kanan, kiri, lalu tengah)
- Membasahi seluruh tubuh (mulai dari sisi kanan lalu kiri)
- Keramas (jika perlu)
- Mencuci kaki sebagai penutup
Tata cara ini diambil dari hadis-hadis sahih dalam riwayat Bukhari dan Muslim.
Jadi, jangan khawatir, mandi wajib setelah sahur boleh dan puasamu tetap sah. Jalankan dengan benar dan tetap niat ibadah dengan penuh kesungguhan.
Share this article
bagaimana kalau seseorang dalam kondisi junub dan belum sempat mandi wajib sebelum sahur? Apakah puasanya tetap sah?