AYOJAKARTA.COM -- Meski kepastiannya belum resmi diumumkan pemerintah, geliat Ramadhan 1446 Hijriah sudah diperlihatkan dengan menjamurnya pedagang Kurma.
Menjadi salah satu kuliner kesukaan Rasulullah SAW, manfaat Kurma untuk menu pembatal puasa atau Iftar juga sudah tidak lagi diragukan oleh sains dunia modern.
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah juga diketahui pernah berbuka puasa Ramadhan dengan Kurma basah dan segar atau Ruthob maupun kering atau Tamr serta air.
Baca Juga: Gak Cuma Kurma, Ini 3 Rekomendasi Makanan dan Minuman Rendah Kalori untuk Buka Puasa Ramadhan
Walau tidak sepenuhnya keliru, kebanyakan masyarakat Indonesia lebih cenderung menyederhanakan Kurma berkualitas terlihat melalui harga beli.
Semakin mahal dan premium tampilan kemasan Kurma, sering dijadikan sebagai acuan kualitas dari produk yang diperjual-belikan dan sebaliknya.
Karena telah menjadi salah satu menu khas setiap menyambut Ramadhan, penting bagi siapapun mengenali cara memilih Kurma segar yang berkualitas.
Langkah pertama untuk memastikan Kurma segar yang berkualitas adalah dengan mengamati tampilan fisik pada bagian kulitnya.
Baca Juga: Ternyata Ini 5 Manfaat Mengkonsumsi Kurma saat Sahur bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Anjuran
Kurma segar dengan kualitas terbaik umumnya akan terlihat mengkilap serta lembut, bukan kusam atau bahkan sangat kering.
Selain itu, Kurma yang sangat kering dan berbeda tekstur warna, biasanya sudah menjadi tempat persembunyian Kutu sehingga muncul drama jika dipakai berbuka puasa.
Langkah kedua memastikan kualitas Kurma dapat diketahui melalui teksturnya yang terasa lembut dan lunak namun tidak lembek.
Sebelum memutuskan membeli Kurma untuk menambah keindahan Ramadhan, pastikan untuk memeriksa tingkat kekenyalan tekstur.
Baca Juga: Kenali 5 Jenis Kurma, Si Hitam Manis Sajian Khas Bulan Ramadhan
Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan sebelum menyajikan Kurma sebagai pilihan menu saat berbuka puasa adalah Warna.
Kurma segar yang berkualitas umumnya akan memiliki tingkat warna sepadan atau merata dan tidak belang.
Adanya perbedaan mencolok antara satu bagian permukaan kulit dengan bagian lainnya, bisa menjadi pertanda terjadi pembusukan atau bahkan krisis identitas pada Kurma.
Warna cenderung gelap menandakan Kurma terlalu lama disimpan atau matang, sedangkan terlalu cerah menunjukan masih terlampau muda saat dipanen.
Baca Juga: 5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa, Ternyata Baik untuk Kesehatan Jantung
Langkah keempat untuk memastikan suasana Iftar menjadi lebih berkesan dengan Kurma adalah aroma manis yang mudah tercium.
Untuk menjaga kesehatan selama berpuasa, pastikan tidak mengkonsumsi Kurma yang sudah tercampur dengan siraman fermentasi atau bahan non alamiah lainnya.
Langkah kelima yang perlu diperhatikan sebelum memilih Kurma untuk menu berbuka puasa Ramadhan adalah Rasa.
Pedagang Kurma yang mengutamakan kepuasan pelanggan, biasanya akan menyediakan layanan uji coba atau cicip gratis bagi calon pembeli.
Baca Juga: Serba-Serbi Manfaat Kurma 'Si Ikon Bulan Ramadan ‘, Salah Satunya Mencegah Anemia Lho
Agar tidak menggugurkan puasa, pastikan mencoba tips ini sebelum masuk Ramadhan serta tidak berseberangan dengan ketentuan dan pemahaman syariat atau Fiqih.***