Khazanah

Lupa Niat, Apakah Sah Puasanya di Bulan Ramadan? Simak Penjelasan Lengkap Buya Yahya di Sini!

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Selasa 28 Mar 2023, 08:31 WIB
Buya Yahya

AYOJAKARTA.COM - Dalam menjalankan ibadah puasa, Buya Yahya menjelaskan bahwa telah diisyaratkan oleh ulama agar berhati-hati.

"Bahkan memang diisyaratkan oleh para ulama kita, mazhab Imam Syafi'i, berhati-hati untuk menjaga puasanya," ungkap Buya Yahya dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Al-Bahjah TV pada 28 Maret 2023.

Termasuk dalam niat menjalankan ibadah puasa khususnya yang wajib di Bulan Ramadan.

Buya Yahya menjelaskan sebagaimana Mazhab Imam Malik bahwa dianjurkan atau diperbolehkan untuk membaca niat sekaligus untuk satu bulan penuh.

Baca Juga: Resep Takjil Es Alpokat Jelly Kelapa Cocok untuk Buka Puasa, Dijamin Segar, Creamy dan Bikin Nagih!

Jadi niat puasa satu bulan penuh diucapkan pada malam pertama sebelum melakukan puasa pertama Ramadan.

Menggabungkan niat puasa satu bulan penuh pada Ramadan dilakukan sebagai antisipasi jika lupa membaca niat.

"Orang-orang yang mungkin sekali lupa dalam niatnya, maka boleh niat puasa di awal hari awal malam puasa dengan niat puasa satu bulan," jelas Buya Yahya.

"Jadi kalau seandainya terjadi lupa niat, maka anda sudah punya stok niat yang banyak, maka puasa anda adalah sah," sambungnya.

Baca Juga: Berhubungan Suami Istri di Siang Hari Bulan Ramadan Kena Kafarat? Kata Buya Yahya kalau Begini Boleh.....

Bahkan ada kemudahan lainnya sebagaimana Mazhab Imam Syafi'i bahwa ketika seseorang dalam hatinya sudah terlintas mengingat bahwa ini Ramadan yang mana diwajibkan puasa.

Maka ketika seseorang itu melakukan sahur, sebelum menjalankan puasa Ramadan itupun dinilai sudah sah meskipun tanpa membaca niat.

"Kemudian juga, biarpun diikutkan dalam mazhab Imam Syafi'i, selagi anda sudah makan sahur, berarti anda ngerti itu bulan puasa," kata Buya Yahya.

"Biarpun anda tidak niat, anda tidak ingat tentang niat, tapi anda ingat kalau itu adalah bulan Ramadan, bulan puasa, maka itu sudah dianggap niat," sambungnya.

Baca Juga: Buya Yahya Jelaskan Hal-hal yang Membatalkan Puasa, Salah Satunya Menggunakan Obat yang Seperti Ini

Buya Yahya menegaskan bahwa telah disebut para ulama, asalkan masih ada terlintas di hati ingin melakukan puasa wajib Bulan Ramadan meskipun tidak niat itu masih sah.

"Maka itu yang disebut oleh para ulama. Asalkan masih ada lintasan di hati, ingat kalau itu Ramadan, puasanya wajib dan dia makan sahur," ucap Buya Yahya.

"Maka kemudahan dalam bermazhab, itu adalah dianggap sah seperti yang disebutkan oleh Ibnu Hajar," tambahnya.

Begitu indah Islam memberi kemudahan dalam beribadah agar umatnya senantiasa melakukan aktivitas sesuai syariatnya.

"Kalau pun ikut mazhabnya Ibnu Hajar ya sah puasa anda, kalau anda pengen aman bener mazhabnya Imam Malik," tutur Buya Yahya.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Fathul Amanah