AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan menjadi bulan suci yang dinanti umat Islam untuk meraih keberkahan.
Umat Islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh pada Ramadan.
Sehingga patut diketahui apa-apa saja yang dapat membatalkan puasa, agar tidak keliru dan amalannya bisa diterima Allah SWT.
Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Sebut Pahala di Bulan Ramadan Dilipat Gandakan
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan salah satu hal yang membatalkan puasa, di antaranya memasukkan ke 5 lubang ini di tubuh.
Lubang yang 5 itu adalah mulut, hidung, telinga, lubang buang air besar dan lubang buang air kecil.
"Memasukkan sesuatu ke salah satu lubang yang 5," ungkap Buya Yahya.
"Lubang mulut, lubang hidung, lubang telinga, lubang buang air kecil, lubang air besar," sambungnya.
Baca Juga: Mengerikan! Ini Ganjaran Orang yang Sengaja Tidak Puasa Ramadan Menurut Ustaz Adi Hidayat
Adapun yang membatalkan puasa melalui lubang mulut adalan menelan sesuatu, kecuali air ludah dari dalam mulut sendiri jika ditelan puasanya tidak batal.
"Yang dimaksud memasukkan ke lobang mulut adalah nelannya," kata Buya Yahya.
"Maka selagi anda tidak nelan, maka tidak batalkan puasa," sambungnya.
Ataupun ketika ada yang dimasukan ke mulut tetapi tidak ditelan, maka puasanya tidak batal tapi makruh.
Sementara hukum menelan ludah tidak membatalkan puasa dengan beberapa syarat yang dijelaskan Buya Yahya.
Pertama, menelan ludah sendiri bukan orang lain. Mungkin saja seorang suami istri saling mencium bibir kemungkinan tertukar ludah mereka maka itu bisa membatalkan puasa.
"Nelan ludah itu tidak membatalkan asalkan dengan catatan 3 hal. Pertama, ludahmu sendiri, kalau ludah orang lain batal," kata Buya Yahya.
"Kalau ciuman kan ga batal puasa, tapi tertukar ludah suami dan istri, maka batal puasa," sambungnya.
Kedua, ludah yang ditelan masih ada dalam mulutnya. Misalkan ludah dikeluarkan, kemudian sengaja ditampung lalu diminum maka itu membatalkan puasa.
"Yang kedua, ludah ditelan tidak membatalkan puasa, asalkan ludah masih ada dalam mulutnya," jelas Buya Yahya.
Ketiga, ludah yang tertelan asli tidak bercampur bahan lain yang dapat membatalkan puasa. Seperti minuman, makanan, atau odol sekalipun.
"Yang ketiga, ludah ditelan tidak membatalkan puasa asalkan ludahnya masih asli belum bercampur dengan yang lainnya," kata Buya Yahya.
"Belum campur sama permen, kopi, es krim," sambungnya.
Untuk yang membatalkan puasa dengan memasukkan sesuatu ke lubang hidung, adalah memasukannya sampai ke lubang bagian atas.
"Jika sesuatu itu telah kita masukkan sampai kepada batas yang, misal air, terasa panas bagian atas, itulah batal puasa kita," jelas Buya Yahya.
Adapun untuk kebiasaan mengupil ketika puasa itu tidak membatalkan puasa, karena mengupil dilakukan hanya pada hidung bagian bawah.
Terkait berkumur pada saat berwudhu, menurut Buya Yahya tidak membatalkan puasa, bahkan itu disunahkan.
"Kalau bulan Ramadan tetap kumur ya, hukumnya sunnah," ucap Buya Yahya.
Berikutnya yang membatalkan puasa kalau memasukkan sesuatu ke lubang telinga hingga bagian dalam.
"Lubang dalam (telinga) adalah lubang yang tidak bisa dijangkau oleh kelingking," ujar Buya Yahya.
Sehingga yang membatalkan puasa melalui lubang telinga adalah mengoreknya menggunakan korek kuping (cotton buds).
Apabila hanya menggunakan jari kelingking, puasanya tidak batal karena tidak menjangkau ke bagian dalam.
Untuk yang membatalkan puasa melalui lubang buang air besar dan buang air kecil adalah segala hal apapun, sekalipun itu untuk obat.
"Misal seorang laki-laki lubang kemaluannya diteteskan air, batal. Atau seorang ibu dimasukkan obat ke dalam (kemaluannya), batal," kata Buya Yahya.
Termasuk cara mensucikan diri, khususnya bagi perempuan setelah buang air kecil hendaknya membersihkan kemaluan dengan perut jemari jangan sampai memasukkan jari ke dalam bagian kemaluan.
"Seorang wanita ketika hendak mensucikan diri setelah buang air kecil, maka hendaknya cukup digosok dengan perut jemari ini, maka ini masih bagian luar dan tidak batal," ujar Buya Yahya.
"Tapi kalau jemarinya dibelokkan masuk ke wilayah dalam, batal puasanya," sambungnya.***

Share this article
Buya Yahya menjelaskan salah satu hal yang membatalkan puasa, di antaranya memasukkan ke 5 lubang ini di tubuh.