Khazanah

Meski Sudah Puasa Sehari Penuh Ternyata Pahala Bisa Hilang, Buya Yahya Ungkap Ini Penyebabnya, Apa Saja?

Oleh: Awit Wiarni Sabtu 25 Mar 2023, 16:26 WIB
Buya Yahya

AYOJAKARTA.COM - Ternyata walaupun seseorang sudah menahan hawa nafsu sehari penuh dengan berpuasa, Buya Yahya sampaikan ada hal yang bisa menghilangkan pahala puasa tersebut.

Hal yang dimaksud oleh Buya Yahya tidak membatalkan puasa tetapi pahala puasa yang sudah didapat dapat sirna.

Dengan demikian maka Buya Yahya menegaskan bahwa orang tersebut hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga saja dan tidak akan mendapatkan pahala puasa.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Al-Bahjah TV pada Sabtu (25/3/2023), Buya Yahya mengatakan bahwa pahala puasa bisa terhapus karena perbuatan yang tidak kita sadari.

Baca Juga: Amalan Sebelum Buka Puasa yang Dianjurkan dan Baik Dilakukan Selama Bulan Ramadan, Apa Saja?

Sesungguhkan dengan menunaikan ibadah Ramadan bisa menjadi benteng agar umat Islam tidak masuk ke dalam kesalahan kemaksiatan dan dosa, salah satunya adalah melalui ucapan.

Buya Yahya menyampaikan bahwa ucapan berupa kata-kata yang tidak baik dapat melunturkan pahala puasa kita.

“Maka kalau kita berpuasa itu hendaknya kita menghindari dari kalimat-kalimat yang kotor, jorok, membangkitkan syahwat dan menyebabkan sebab pertikaian,” kata Buya Yahya.

Sebagai seorang muslim yang bertaqwa seharusnya sebelum mengucapkan sesuatu harus direnungkan terlebih dahulu apa yang hendak diucapkan.

Baca Juga: 6 Persiapan Mudik Lebaran 2023 Bawa Bayi Naik Bus agar Aman dan Nyaman

Karena apa yang sudah diucapkan bisa berdampak buruk, misalnya bisa membuat orang bermusuhan karena adu domba.

Maka di dalam bulan Ramadan ini Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam selalu waspada dalam menjaga lisan.

“Memang puasanya tetap sah, dia tidak makan, tidak minum, tidak menggauli istrinya tapi dia omongnya kotor, tiap hari ngomong jorok. Belum lagi ngomong yang menggunjing orang, mencaci orang, meremehkan orang. Padahal tidak disadari tapi menjadikan pahala itu hapus,” kata Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan untuk jangan pernah mencaci seseorang bahkan ketika kita mendapatkan caci maki dari orang lain, jangan pernah untuk membalasnya dengan cacian juga.

Baca Juga: Cuti Bersama Diperpanjang, Simak Persiapan Mudik Lebaran 2023 Naik Motor atau Mobil

Ketika terjadi kondisi demikian maka sesungguhnya kesalahan terletak hanya pada orang yang melontarkan caci maki tersebut.

Maka jika kita menuruti emosi dengan membalasnya dengan cacian juga lantas kesalahan juga akan terletak pada diri kita.

Hal tersebut bisa menyebabkan Allah SWT murka, maka harus dihindari dengan tidak mudah emosi dan menjaga apa yang diucapkan.

Pahala puasa juga bisa hilang dengan menyampaikan kebohongan, bahkan hal ini juga menimbulkan dosa.

“Dia meninggalkan makan minum, nggak berguna, nggak Allah pandang. Kenapa? Karena dia adalah orang yang suka berbohong,” kata Buya Yahya.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Fathul Amanah