AYOJAKARTA.COM – Di Bulan Ramadan ini setiap umat muslim melakukan ibadah salat sunah Tarawih yang biasanya ditutup dengan salat witir.
Namun masih banyak yang bertanya-tanya bagaimana keutamaan Salat Witir sebelum tidur ataupun harus dikerjakan setelah Tahajud setelah tidur.
Salat Witir itu sendiri merupakan salat sunah yang dikerjakan setelah salat isya hingga menjelang fajar subuh dengan rakaat ganjil.
Salat Witir merupakan salat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, hal ini diterangkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang bunyinya:
“Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan selama hidupku, yaitu salat dhuha, berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dan salat witir sebelum tidur.”
Lantas mana yang lebih utama Salat Witir sebelum tidur atau setelah mengerjakan Salat Tahajud?
Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil dengan sebutan UAS menjelaskan tentang waktu mengerjakan Salat Witir.
Menurutnya yang mengerjakan salat witir sebelum tidur adalah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Abu Hurairah.
Sedangkan yang mengerjakan sesudah tidur atau setelah tahajud adalah Sayyidina Umar.
Sehingga menurut UAS harus memilih salah satu dari keduanya baik itu witir sebelum tidur setelah salat isya atau sesudah tidur setelah salat tahajud.
Namun yang perlu diperhatikan menurutnya adalah jangan sampai dalam sehari mengerjakan salat witir sebanyak dua kali, karena hal tersebut tidak diperbolehkan.
“Yang witir sebelum tidur Abu Bakar sama Abu Hurairah, yang witir sesudah tidur Umar pilih antara dua,” ujar Ustaz Abdul Somad dikutip ayojakarta.com melalui YouTube Mencoba Lebih Baik, Jumat (24/3/2023).
“Tapi kalau witir sebelum tidur, nanti habis tidur malam jangan witir lagi. Nggak boleh witir dua kali semalam,” sambungnya.
Imam Al-Nawawi dalam Kitab Syarah Muslim menjelaskan bahwa perbedaan salat witir sebelum tidur dan sesudah tidur hanyalah soal kesanggupan dari seorang muslim ketika melakukannya.
Baca Juga: Rafael Alun Diisukan Akan Kabur ke Luar Negeri, KPK Imbau Tegas Hal Ini!
Atau lebih tepatnya apakah seorang muslim tersebut bisa memastikan dirinya untuk bangun dari tidur untuk melaksanakan salat witir atau tidak.
Maka dari itu bagi orang yang yakin dirinya bisa bangun untuk melaksanakan salat witir pada akhir malam (menjelang subuh) bisa mengerjakan salat witir sesudah tidur.
Namun bagi orang yang tidak yakin bisa bangun pada akhir malam, mengerjakan Salat Witir lebih awal sebelum tidur setelah salat isya lebih utama.***