AYOJAKARTA.COM – Ketua DPP Partai NasDem, Effendy Choirie menilai bahwa Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan tidak professional.
Hal tersebut berkaitan dengan perkataan dari Budi Gunawan saat di Papua yang menyebut bahwa sebagian aura dari Presiden Joko Widodo telah berpindah ke Manhan Prabowo Subianto.
“Badan Intelijen Negara menjadi sentral titik temu atau koordinator dari semua badan-badan intelijen,” ujar Effendy Choirie dikutip ayojakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Jumat (24/3/2023).
“Atau instrumen-instrumen intelijen lainnya, Kejaksaan, Kepolisian, Tentara, dan lain-lain,” sambungnya.
Menurutnya semuanya adalah untuk kepentingan negara dan bukan untuk kepentingan partai politik tertentu, untuk menjadi humas partai tertentu, atau calon presiden tertentu.
Sehingga menurut politisi Partai NasDem ini BIN bukan ajang menjadi tim sukses untuk permainan politik atau figure tertentu.
“Semuanya adalah untuk kepentingan negara, bukan untuk kepentingan partai politik tertentu, untuk menjadi humasnya partai tertentu atau capres tertentu,” kata Effendy.
“Bukan menjadi tim sukses untuk permainan politik figur tertentu itu tidak,” imbuhnya.
Bahkan secara gambling Ketua DPP NasDem ini mengatakan bahwa BIN sudah berbeda tugasnya.
Menurutnya jika BIN masih melakukan hal demikian maka menurutnya menjadikan BIN bukan Badan Intelijen Negara lagi melainkan Badan Intelijen Norak.
Kalau BIN melakukan seperti itu maka saya campur protes dengan mengatakan itu berarti Badan Intelijen Norak tidak Badan Intelijen Negara lagi,” sambungnya.
Bukan itu saja, Effendy juga sudah mengamati BIN dimana ia mendapatkan hasil bahwa BIN yang sekarang benar-benar norak.
Padahal menurutnya BIN untuk bisa bekerja secara professional dan bisa sejajar dengan Badan Intelijen lain di dunia.
Baca Juga: Sangat Sederhana dan Penuh Manfaat, Berikut Rahasia Berbuka Puasa Ala Nabi Muhammad SAW
Maka dari itu politisi fraksi NasDem ini menyampaikan bahwa BIN harus professional dan tidak main-main di dunia politik
Pernyataan yang telah disampaikan oleh Kepala BIN menurutnya sudah diluar jalur yang bisa mengganggu.
Menurut Effendy, pernyataan tersebut mengganggu karena mendukung partai politik tertentu atau berpihak pada partai politik tertentu.
Yang dapat mengganggu warga negara lainnya yang akan maju menjadi Capres 2024 mendatang.
Baca Juga: Bagaimana Pendapat Ulama Tentang Merokok Saat Bulan Puasa, Apakah Diperbolehkan? Begini...
“Dia sudah main politik, mengganggu. Bukan hanya mendukung partai tertentu capres tertentu, tetapi juga mengganggu warga negara lain yang mau jadi capres diganggu,” pungkasnya.
Sebelumnya pernyataan dari Kepala BIN Budi Gunawan yang menyatakan aura presiden yang telah berpindah ke Prabowo Subianto beredar luas dan menjadi viral.
Saat itu Budi Gunawan tengah memberikan sambutan dalam acara peresmian Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) dan peluncuran produk kreativitas di Abepura, Jayapura, Selasa (21/3/2023).
Baca Juga: Info KUR BRI 2023: Kenali Dulu Penyebab Pengajuan Pinjaman Ditolak Bank, Nomor 5 dan 6 Paling Sering
“Seluruhnya mulai melihat aura Pak Jokowi sebagian sudah pindah ke Pak Prabowo. Kita semua mendoakan untuk Pak Prabowo semoga sehat, lancar, dan sukses dalam kontestasi Pemilu 2024,” kata Budi Gunawan.***

Share this article
Ketua DPP Partai NasDem, Effendy Choirie menilai bahwa Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan tidak profesional, mengapa?