AYOJAKARTA.COM - Bulan suci Ramadan 2023 atau 1444 Hijriah akhirnya telah tiba.
Tepat hari ini Kamis (23/3/2023) umat Muslim menjalankan hari pertama puasa Ramadan.
Di bulan Ramadan ini, umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan.
Selain itu, untuk menyempurnakan iabadah puasa, kita juga dianjurkan untuk salat tarawih.
Salat tarawih biasanya dilakukan setelah salat isya.
Kebanyakan umat Muslim akan melaksanakan saat tarawih di masjid dan berjamaah.
Baca Juga: Hukum Mimpi Basah saat Berpuasa Ramadan Siang Hari, Apakah Sah atau Batal?
Namun, tak sedikit pula yang memilih untuk salat tarawih di rumah.
Lantas mana yang lebih diutamakan salat tarawih di masjid atau di rumah?
Apakah salat tarawih juga diwajibkan untuk dilakukan di masjid?
Baca Juga: BRI Sediakan Layanan Penukaran Uang di 391 Kantor Cabang Selama Bulan Ramadan
Dilansir AyoJakarta.com dari laman suara.com, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan mengenai pilihan salat tarawih di masjid atau di rumah.
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat didasari dengan hadist shahih yang ditafsirkan.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, ketentuan salat tarawih berjamaah diawali pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.
Baca Juga: PENTING! Apa yang Harus Dilakukan saat Salat Tarawih Bulan Ramadan di Masjid yang Bacaannya Cepat?
Namun, hal itu bukan berdasarkan keputusan dan pandangan Umar bin Khattab sendiri, melainkan dari sunah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.
Diriwayatkan Rasulullah dalam sebuah hadist, beliau pernah menunaikan salat malam di masjid.
Salat itu juga diikuti para sahabat yang ingin mengetahui kebiasaan salat nabi.
Baca Juga: Bolehkah Sikat Gigi dan Berkumur Saat Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Namun, saat itu Nabi Muhammad SAW membaca ayat yang agak panjang yakni Surat Al Baqarah, Al Imron dan An Nisa saat rakaat pertama.
Bahkan, surat yang ia baca yakni sebanyak lima juz hingga empat halaman.
Namun di hari ketiga, Nabi justru tidak mau lagi menunaikan salat di masjid.
Ia lantas melakukan salat sendiri di rumah.
Sebab, beliau khawatir jika salat malam yang ia lakukan justru dianggap wajib untuk ditunaikan berjamaah dan hal tersebut bisa memberatkan umatnya.
"Kata beliau ini sesungguhnya yang paling utama ditunaikan berjamaah di masjid pahalanya lebih banyak. Cuma ilat (penyebab hukum) nabi salat di rumah bukan karena meninggalkan berjemaah tapi karena takut jadi wajib, tapi keutamaan berjemaahnya tetep ada," ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Sementara itu, dalam hadis lain diriwayatkan, seorang anak yang mencintai nabi ingin mengetahui kebiasaan nabi mendirikan salat malam.
Saat malam hari, nabi bangun dan mengajak anak itu untuk salat berjamaah di kamar.
Melihat hal tersebut, Umar bin Khattab menyimpulkan bahwa salat tarawih lebih utama dilaksanakan secara berjamaah.
Kendati demikian, untuk salat tarawih di rumah juga dianjurkan dan tidak ada larangan.
"Di sini ada kebolehan dalil menunaikan salat berjamaah untuk tarawih tapi tidak juga melarang kalau ingin mengerjakan sendirian. Yang salah yang tidak salat," terang Ustaz Adi Hidayat.***