AYOJAKARTA.COM – Banyak sekali sunnah Rasulullah atau Nabi Muhammad SAW yang bisa ikuti.
Salah satunya mengikuti sunnah sehat ala Nabi Muhammad SAW.
Pasalnya, sahur merupakan aktivitas makan oleh umat Muslim yang dilakukan pada dini hari atau sebelum fajar, bagi yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.
Baca Juga: Bolehkah Salat Tarawih tapi Melaksanakan Witir di Malam Hari? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Al Nahif pada Kamis, (23/3/2023), pendakwah Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa sahur menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadan.
“Supaya sempurna ibadah kita, maka orang yang telah menunaikan ibadah salat malamnya itu, sebelum dia menunaikan puasa dan salat Subuhnya,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Bahkan, sahur ini merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Maka Nabi meminta untuk melaksanakan sahur dulu,” lanjutnya.
Baca Juga: Apa Itu Weber Deep, Patahan Terbesar di Bumi yang Ada di Laut Banda, Ternyata Ini Dampaknya!
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan,” (HR. Bukhari no 1923 dan Muslim no 1095.
Dari hadits diatas, jika menjalankan sahur maka akan bertambah kebaikan atau manfaatnya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat jika kita tidak sahur, akan sulit menjalankan amalan-amalan lainnya di bulan Ramadan.
“Jadi kalau orang puasa tidak sahur, maka tenaganya akan berkurang, kalau kurang maka akan capek, kalau capek bawaan lemes, terus tidurnya banyak, amalan kurang,” tutur UAH.
Baca Juga: LENGKAP! Jadwal Imsakiyah Ramadan 2023 Seluruh Wilayah di Indonesia, Download di Sini
“Sehingga keberkahan Ramadan untuk meningkatkan ibadah maka sulit dilakukan,” lanjutnya.
Sunnah Rasulullah yang lain, yakni sahur mendekati imsak, dan tidak melebihi imsak.
“Kalau kita ingin makan sahur sesuai sunnah, maka waktunya jangan terlalu awal, lakukan saat-saat sebelum fajar, misalnya Subuh 04.38, imsak 04.28, sehingga saat imsak itu berhenti makan,” sebut Ustaz Adi.
Karen dijelaskan oleh UAH, imsak mempunyai arti puasa.
Lebih lanjut, sunnah Nabi yang lain yakni hanya memakan maksimal 7 kurma dan air putih.
“Kalau ikut sunnah nabi itu agak susah, 3 kurma tambah air putih, maksimal 7 kurma,” ungkap UAS.
Jika sekiranya kita tidak kuat dengan hanya memakan air putih dan kurma, maka kita mengikuti aturan Al Quran.
Dimana kita diperbolehkan makan senikmatnya sampai batas waktu imsak yang telah ditentukan.
“Apa batasan saat sahur, lihat di penghujung QS Al Baqarah ayat 187,” jelas UAH.
“Silahkan makan senikmatnya, minum senyamannya yang penting halal, batasnya sampai datang fajar, tandanya fajar bisa dilihat dengan mata, dan adzan Subuh,” pungkas UAH.***

Share this article
Ppendakwah Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa sahur menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadan.Menu sunnah sehat seperti ini yang dimaksud