AYOJAKARTA.COM – Sudah niat berpuasa Ramadan, namun ketika menjelang buka malah keluar darah haid pada seorang wanita.
Lantas bagaimana hukumnya? apakah puasanya batal atau tetap masuk hitungan?
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Yufid TV pada Senin (20/3/2023), jika ada wanita berniat beribadah puasa Ramadan di pagi hari, namun mendekati waktu berbuka puasa, dia malah mendapati haid, apakah ketika itu dinyatakan puasanya batal?
Jawabannya adalah iya.
Baca Juga: Perempuan Wajib Tahu! Inilah 10 Amalan Ketika Haid di Bulan Ramadan yang Mendatangkan Pahala
Dalam hal ini, ulama telah bersepakat menyatakan bahwa puasa batal jika wanita mendapat darah haid.
Adapun kesepakatan itu merujuk pada hadis di mana Rasulullah SAW pernah menyatakan tentang kekurangan agama wanita.
"Bukankah ketika wanita mengalami haid (datang bulan) dia tidak melaksanakan salat dan tidak menjalankan puasa, kemudian nabi Rasulullah SAW katakan 'itulah tanda kekurangan agama wanita'."
Sehingga di hari yang lain setelah bulan Ramadan ia wajib mengqodho puasanya secara sempurna dan mudah-mudahan amalan yang telah dia lakukan di siang hari tadi mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.
Sementara itu, ada hadis lain yang satu suara dengan hadis di atas yakni diriwayatkan oleh Bahauddin Al Maqdisi, Al Uddah Syarh Al Umdah, seperti berikut.
"Wanita haid dan nifas mesti berbuka dan mengqadha puasa tersebut berdasarkan ijma dan jika mereka tetap berpuasa maka belum sah berdasarkan ijma".
Dengan demikian, batal hukumnya jika seorang wanita mengalami haid sebelum tiba waktu berbuka atau magrib.
Batalnya puasa bukan berarti amalan niat puasa wanita itu hilang namun tetap mendapatkan berkah pahala.
Adapun batalnya puasa Ramadan pada wanita haid tersebut wajib hukumnya diganti dengan waktu lain sebanyak hari selama dia haid.***