Khazanah

Wajib Tahu! Inilah 3 Syarat Niat Agar Puasa Sah dan Berkah di Bulan Ramadan, Apa Saja?

Oleh: Christy Ayu Saputri Rabu 15 Mar 2023, 14:50 WIB
Ilustrasi Puasa Ramadan

AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan semakin dekat, seluruh umat Islam bersiap menjalankan ibadah puasa.

Ibadah puasa di bulan Ramadan hendaknya memperhatikan syarat niat berpuasa.

Niat menjadi salah satu kunci utama sah dan tidaknya puasa pada bulan suci Ramadan.

Baca Juga: Doa Menyambut Ramadan Agar Diberi Keberkahan dan Keselamatan, Baca Setelah Salat Wajib saat Pagi dan Petang!

Untuk diketahui, puasa Ramadan hukumnya adalah wajib dijalankan bagi umat muslim di seluruh belahan dunia.

Adanya niat maka rukun akan terpenuhi dan ibadahnya dinyatakan sah.

Begitu pula sebaliknya, jika puasa tanpa adanya niat maka ibadahnya akan sia-sia dan dinyatakan tidak sah.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Chelsea FC Jadi Klub Inggris Pertama Menggelar Buka Puasa Bersama Saat Ramadan

Untuk itu dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan hendaknya kita mengutamakan niat dan memperhatikan tiga hal ini seperti dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Yufid.TV Pengajian dan Ceramah Islam:

1. At Tabyiit atau Wajib Berniat di Malam Hari

Sebelum berpuasa esok hari, maka wajib baginya untuk berniat di malam hari seperti sabda Rasulullah SAW:

"Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar subuh itu tiba maka tidak ada puasa untuknya". (HR. AL- Baihaqi)

Baca Juga: Masih Miliki Utang Puasa Ramadan, Bolehkah Qadha Usai Nisfu Syaban? Jangan Salah, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

2. At Ta'yiin atau Menegaskan Niat

Maksudnya, sebelum berpuasa maka seseorang wajib menegaskan niat puasa yang akan dilaksanakan, baik itu puasa wajib atau sunah.

Sedangkan niat untuk berpuasa Ramadan tidak bisa hanya sekedar niat mutlak seperti 'saya sekedar puasa' itu tidak bisa, harus ditegaskan niatnya adalah puasa Ramadan.

Baca Juga: Ramadan Sebentar Lagi! Ketahui Ada 10 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa, Nomor 5 Penting Banget

3. At Tikroor atau Niat Tersebut Berulang Setiap Malamnya

Melafalkan niat harus terus berulang pada setiap malamnya sebelum fajar atau subuh untuk berpuasa di hari berikutnya.

Sebab yang namanya puasa Ramadan itu tidak ada kaitannya suatu hari dengan hari yang lainnya.

Artinya kalau hari pertama batal maka hari kedua dia butuh niat yang baru lagi untuk ibadah puasa Ramadan.

Karena puasa ramadan itu dilakukan secara berulang selama 30 hari penuh, sehingga wajib bagi yang berpuasa untuk berniat setiap harinya.

Kendati demikian, Imam Nawawi mengatakan dalam kitabnya Al Adzkar bahwa 'niat itu letaknya dalam hati, kita cukup berkehendak berkeinginan maka kita sudah disebut berniat'.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Fathul Amanah