AYOJAKARTA.COM – Sebagai umat muslim ada sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
Kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan tersebut adalah menjalankan ibadah salat.
Lantas pernahkah terbesit pertanyaan, apa sebenarnya tujuan Allah mewajibkan umatnya untuk menjalankan salat?
Baca Juga: Cek Rekening! KJP Plus Tahap II Tahun 2022 Bulan Maret Resmi Cair per 1 Maret 2023
Terkait pertanyaan tersebut, Ustaz Adi Hidayat akan memberikan jawabannya.
Dikutip AyoJakarta.com dari Youtube @sinarterang8462 pada (25/12/22), Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang tujuan Allah memerintahkan hambanya untuk solat.
Awalnya Ustaz Adi Hidayat melontarkan pertanyaan mengenai apa sebenarnya tujuan dari perintah salat tersebut.
“Apa tujuan Allah menyuruh kita dalam solat?” tanya Ustaz Adi Hidayat.
Kemudian Ustaz Adi Hidayat menjelaskan jika tujuan solat bukanlah memberikan beban rukuk dan sujud pada hambanya.
“Ternyata bukan ingin memberikan beban rukuk dan sujud,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi lantas menegaskan, tanpa seluruh makhluk ciptaannya sujud pun status Allah tidak akan turun sama sekali.
“Bukan sujudnya yang penting,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Emosi! Teddy Minahasa Marah Kepada Penasihat Hukum Dody Saat Sidang: Ini Menghina Pengadilan!
“Karena semua makhluk tidak sujud pun tidak akan menurunkan status Allah sebagai Tuhan,” imbuhnya.
Meski makhluk ciptaannya tak mau bersujud atau beribadah, Allah tidak akan rugi sedikitpun, justru makhluk ciptaan Allah lah yang akan rugi.
“Allah tetap Allah gak ada ruginya, yang rugi kita,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat lalu menjelaskan jika saat umat muslim menjalankan solat, bukan rukuk dan sujudnya yang ditunggu oleh Allah.
Baca Juga: Update Gempa Hari Ini! Gempa Bumi M 2,3 Guncang Wilayah Mamasa Sulawesi Barat
Namun rasa berserah diri makhluk ciptaan Allah atau umat muslim tersebutlah yang ditunggu Allah.
“Ternyata Ketika disuruh sujud di seluruh rukuk itu, ternyata yang ditunggu itu bukan rukuk sujudnya, Allah tunggu punya masalah apa? Mau minta apa?” ujar Ustaz Adi Hidayat.
“Karena itu dalam ilmu fiqih, solat itu secara Bahasa disebut dengan doa,” lanjutnya. ***