AYOJAKARTA.COM – Tinggal dua hari lagi akan tiba perayaan hari kasih sayang.
Perayaan hari kasih sayang biasanya disebut juga dengan hari Valentine.
Hari valentine sendiri biasanya dirayakan oleh orang-orang dari berbagai penjuru dunia.
Baca Juga: 3 Cara Meminta Maaf Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal Menurut Buya Yahya
Tak terkecuali, sebagian masyarakat di Indonesia yang juga antusias merayakan momen hari valentine tersebut.
Lantas bagaimanakah sebenarnya hukum merayakan hari valentine dalam Islam? Apakah diperbolehkan?
Hukum Merayakan Valentine dalam Islam
Pendakwah Buya Yahya dalam satu ceramahnya menjelaskan soal hukum merayakan hari valentine dalam Islam.
Baca Juga: Ingin Hati Selalu Tenang dan Rindu akan Kebaikan. Kata Buya Yahya Lakukan 2 Hal Ini
Buya Yahya menuturkan bahwasanya perayaan hari kasih sayang atau valentine diciptakan oleh seseorang.
“Hari Valentine, disebut dengan bahasa yang indah hari kasih sayang sedunia,” ujar Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube resminya, Ahad, 12 Februari 2023.
“Karena valentine itu nama orang, orang yang tidak pernah percaya dengan Nabi Muhammad kemudian yang ikut adalah umat Islam mengikuti ajaran yang semacam ini,” imbuhnya.
Selanjutnya Buya Yahya menjelaskan secara khusus hukum daripada memperingati hari valentine tersebut.
Menurut Buya Yahya, meski hanya mengucapkan selamat atau ikut-ikutan saja, memperingati hari valentine ternyata haram.
“Dan tidak disadari maka hukumnya mengucapkan selamat dan ikut-ikutan valentine adalah jelas haram,” tegas Buya Yahya.
“Untuk seorang tokoh yang tidak pernah sujud kepada Allah, tokoh yang tidak pernah kenal Nabi Muhammad artinya membesarkan tokoh kafir,” imbunya.
Bahkan Buya Yahya menuturkan jika orang Islam yang turut merayakan hari valentine, kelak akan digiring bersama orang-orang kafir.
“Maka yang membesarkan tokoh kafir kelak akan digiring bersamanya, naudzubillahimindzalik,” ujar Buya Yahya.
Beliau juga menegaskan, “Dan ini tidak ada tawar menawar!”
Baca Juga: Apa Istimewanya Puasa Senin Kamis? Buya Yahya Beberkan Alasannya, Bisa Menyesal Kalau Tak Dibiasakan
Tak hanya itu, Buya Yahya juga menyinggung soal perayaan hari valentine yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan maksiat.
“Tahun 1996 atau 1995 setelah malam valentine day di pagi harinya ada berita bahwasanya ada anak-anak SMA pesta seks di sebuah hotel, setelah dilacak semuanya hanya anak orang Islam gak ada orang nasraninya,” ungkap Buya Yahya.
Dari peristiwa tersebut, Buya Yahya kembali mengingatkan jika hukum merayakan valentine bagi umat Islam adalah haram dan tidak bisa ditawar lagi.
“Hebat jadi itulah yang dibidik yang dicari-cari oleh musuh-musuh Allah, haram ya!,” tegas Buya Yahya.
“Mutlak gak bisa ditawar-tawar, tidak usah ikut-ikutan!” imbuhnya.***