AYOJAKARTA.COM -Di kehidupan ini, manusia seringkali mengalami kondisi terpuruk sehingga memaksanya untuk hutang kepada orang lain.
Di dalam Islam hutang piutang disebut dengan Al-Qardh yang artinya memotong.
Sedangkan menurut istilah, hutang adalah pemberian sesuatu, bisa berbentuk uang atau harta lainnya, yang merupakan hak milik dari pemberi pinjaman kepada seseorang, disini sebagai peminjam, dengan perjanjian peminjam akan mengembalikannya di lain hari.
Walaupun dalam syariat Islam hutang piutang diperbolehkan, akan tetapi lebih baik untuk menghindarinya.
Berikut beberapa bahaya hutang yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan sebelum berhutang.
1. Hutang bisa menjadi penahan untuk masuk surga
Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, "Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan terbebas dari tiga hal yaitu sombong, ghulul dan terbebas dari hutang niscaya dia akan masuk surga.” HR At-Tirmidzi no. 1572, Ibnu Majah no. 2412 dan yang lainnya.
Jelas disebutkan di atas bahwa terbebas dari hutang merupakan salah satu syarat masuk surga.
2. Selama masalah hutang belum selesai maka dosanya tidak diampuni, sekalipun mati syahid
Sebagaimana disampaikan Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang." (HR Muslim Nomor 1886).
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Beberkan Hukum Bekerja sebagai Cosplayer, Halal Kah?
3. Jenazahnya tidak dishalatkan oleh tokoh agama maupun masyarakat
Hal ini merujuk pada hadis riwayat Al-Bukhari No.2289 yang menjelaskan bahwa Rasulullah pernah tidak mau menshalati jenazah yang belum menyelesaikan atau membayar hutang miliknya, sementara dia tidak memiliki harta peninggalan sepeserpun.
4. Dapat menyebabkan stress
Stress merupakan sebuah tekanan psikologi maupun fisik yang timbul saat menghadapi suatu permasalahan atau kondisi membahayakan.
Hutang seringkali menimbulkan stress bagi pelaku di saat dia belum atau tidak dapat membayar pada waktunya.
5. Menimbulkan tindak kejahatan
Seringkali karena permasalahan hutang piutang, manusia rela menyakiti bahkan membunuh teman maupun saudaranya sendiri.
Dilihat dari bahaya tersebut di atas maka penting untuk menghindar dari permasalahan hutang.
Disebutkan pula dalam hadits dari ‘Urwah dan ‘Aisyah bahwa “Nabi Muhammad SAW berdoa di akhir shalat, sebelum salam, yang artinya Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari berbuat dosa dan banyak utang.”
Kemudian bagaimana jika sudah berhutang bahkan hingga menjadikan stress atau tertekan?
Pendakwah Ustadz Adi Hidayat mengatakan agar terbebas dari lilitan hutang maka amalkan salah satu doa.
"Catat doa ini baik-baik atau anda bisa ikuti," tutur Ustadz Adi, dikutip dari YouTube Taman Firdaus pada Selasa, 31 Januari 2023.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Beri Bocoran 5 Keutamaan Bagi Hamba Allah SWT yang Menjalankan Tahajud
"Allahummakfini bihalalika 'an haramik wa aghnini bifadhlika 'amman siwak."
“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad).
Ustadz Adi mengatakan, bagi laki-laki bacalah doa tersebut setelah shalat Jum'at.
"Bagi antum yang ikhwan, selepas shalat Jum'at. Jangan cepat-cepat keluar, dzikir walau sejenak, bermohon kepada Allah dan bacakan doa itu," nasehat Ustadz Adi Hidayat.
Sedangkan, lanjutnya, untuk perempuan bacalah setelah shalat Ashar.
"Bagi istri boleh dibacakan disaat-saat ba'da Ashar menjelang Maghrib," tutur Ustadz Adi Hidayat.
Dia melanjutkan, ba'da ashar atau setelah matahari bergeser merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.***