AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan tanah arab yang kini menghijau.
Tak jarang orang lain mengaitkan kondisi tanah arab yang menghijau menjadi salah satu tanda kiamat sudah dekat.
Namun dalam ceramah Mbah Moen, beliau sempat membeberkan apa yang dapat menjadi tanda kiamat akan segara terjadi.
Baca Juga: Definisi Tahun Emas di 2023, Harga Meroket Tajam Investasi Dijamin Aman
Dikutip dari kanal YouTube ppalanwarsarang pada Senin, 21 Januari 2023 berikut penjelasan dari Kh. Maimun Zubaair.
Kh. Maimun Zubair atau Mbah Moen selaku ulama besar di Indonesia, mengungkapkan bahwa Kiamat tidak akan terjadi jika ada orang yang berzikir.
“Kiamat itu tidak akan terjadi selagi di dunia masih ada orang yang berdzikir,” ucap Mbah Moen.
Artinya, Mbah Moen mengatakan bahwa kiamat akan terjadi jika sudah tidak ada orang yang berdzikir.
“jadi sekarang, kapan itu kiamat? kalau sudah tidak ada orang yang berdzikir,” tegasnya.
Dzikir sendiri memiliki manfaat yang sangat besar bagi umat muslim jika terus mengamalkannya.
Baca Juga: VIRAL Video Klarifikasi Ferry Irawan, Hingga Menuai 66.498 Like dan Lebih dari 2000 Komentar
Seperti yang telah diungkapkan oleh Mbah Moen, bahwa kita tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya dzikir.
“Manusia tidak akan bisa terlepas dari berdzikir untuk mengetahui Allah,” ucapnya.
Sungguh besar Allah SWT, dimana tidak ada satu kata pun yang bisa menyamakan lafadz Allah.
“Sekarang mari kita berfikir lafadz Allah itu hurufnya Alif, Lam, Ha. Sekarang yang sama dengan lafadz Allah itu tidak akan ada,” ujarnya.
“Lafadz Allah itu kalau dibuang hurufnya dari depan malah menjadikan semakin dekat dengan Allah,” sambungnya.
Meskipun manusia berusaha menghilangkan huruf pada lafadz Allah, maka ujungnya adalah Allah.
“Kamu itu tidak akan bisa dekat dengan Allah kalau tidak dibuang huruf Alifnya. Kalau dibuang alifnya maka menjadi lillah (karena Allah),” jelasnya.
Seseorang dapat masuk Surga pun itu atas kehendak lillah atau karena Allah.
Sesungguhnya jika manusia melakukan amalan atas dasar lillah atau karena Allah, niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga.
Sehingga disebutkan jika seseorang sudah dekat dengan Allah, maka yang akan selaku diingat adalah Allah.
Untuk itu sampai kapanpun umat muslim tidak akan bisa lepas dari Allah, bahkan melepaskan satu huruf dalam lafadz Allah saja tidak akan bisa.
Sebab semuanya akan tetap sama saja, akan tetap Allah.
Baca Juga: Manfaatkan Momen Idul Adha, Ferdy Sambo Gunakan Cara Ini untuk Rencanakan Pembunuhan Brigadir J?
“Lafadz lillah kalau dibuang lam-nya artinya untuk-Nya (Allah). Orang kalau sudah mengerti Allah, maka tidak akan teringat selain Allah,” ujar Mbah Moen.
Mbah Maimun kembali menegaskan bahwa hanya lafadz Allah satu-satunya lafadz yang meskipun dihilangkan tidak akan pernah berubah.
“Jadi di dunia ini ada kata yang kalau dihilangkan dari awal menunjukkan kedekatan dengan Allah,” ucapnya.
“Semua lafadz kalau dibuang hurufnya itu berubah, berbeda dengan lafadz Allah yang kalau dibuang malah merasuk ke hati,” tambahnya.***