AYOJAKARTA.COM - Skenario Ferdy Sambo satu persatu terbongkar di persidangan.
Kasus perencanaan pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo pun telah menuju titik terang.
Seperti diketahui kasus perencanaan pembunuhan Brigadir Yosua dengan aktor utama Ferdy Sambo telah sampai ke tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Baca Juga: 5 Jenis Kurma yang Cocok Buat Bekal Puasa, Kamu Pilih Mana?
Menjelang putusan vonis para terdakwa, ada pernyataan menarik dari Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.
Sebelumnya Kamaruddin Simanjuntak menilai bahwa otak dalam pembunuhan Brigadir Yosua adalah Putri Candrawathi.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada Senin, 23 Januari 2023 berikut ulasannya.
Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa skenario pembunuhan kliennya telah direncanakan sejak Juni 2022.
Putri Candrawathi memerankan peran sesuai dengan yang telah disepakati.
Baca Juga: Gerakan Bawah Tanah Ferdy Sambo, Martin Simanjuntak: Ada Hantu Bintang Satu Bergentayangan!
“justru otak di belakang ini kan PC, dan PC itu memerankan apa yang sudah mereka sepakati jadi kesepakatan mereka dari bulan Juni adalah menghabisi Yosua,” ujarnya.
Kemudian Putri Candrawathi membawa Yosua ke Magelang, dan pada saat sebelum pembunuhan Ferdy Sambo melakukan gladi resik.
“kemudian PC itu berperan sesuai dengan kesepakatan mereka membawa ke Magelang, ketika Yosua ke Magelang mereka melakukan gladi resik atau GR untuk pembunuhan berencana,” ujar Kamaruddin.
Selain skenario yang direncanakan sejak Juni 2022, Kamaruddin juga menyebut bahwa adanya peran tukang siomay dalam pembunuhan kliennya.
Tukang siomay tersebut berperan untuk mengontrol situasi di area luar.
“kemudian peran tukang siomay yang mondar-mandir depan rumah itu pada saat pembunuhan tidak terungkap di persidangan, untuk mengontrol situasi,” ujarnya.
Atas pernyataan tersebut, Kamaruddin mengaku telah mendapatkan video dari intelnya.
Tak hanya tukang siomay, Kamaruddin juga menyebut adanya peran suara petasan pada saat penembakan Yosua.
“kemudian peran daripada tukang petasan atau yang menyembunyikan petasan pada saat penembakan itu juga tidak terungkap dalam persidangan,” ujarnya.
Suara petasan itu disebut guna untuk menyamarkan suara tembakan dengan petasan.
Kamaruddin menyebut bahwa suara petasan tersebut sengaja pertama kali dibunyikan agar dapat mengelabuhi warga.
“jadi mengapa masyarakat mendengar petasan bukan tembakan karena dibunyikan dulu petasan biar yang di pintu ini kasih kode dalam baru di tembak di dalam,” kata Kamaruddin.
Baca Juga: Awas Salah Kaprah! Begini Hukum Wudhu Saat Full Make Up? Perempuan Wajib Tahu!
Dimana saat kejadian masih momen Idul Adha, sehingga warga mengira biasa saja jika
ada suara petasan terdengar.
“jadi bunyi petasan yang di luar ini membuat saruh, apakah semuanya suara petasan atau tembakan ini kan karena mendekati Idul Adha jadi kan kalau mau lebaran atau tahun baru selalu anak-anak itu kan bermain petasan,” pungkasnya.
“jadi ini ketika mau Idul Adha itu dirancanglah bahwa di lapangan itu orang biasa lazim bermain petasan, di lapangan voli atau basket itu,” pungkasnya.***

Share this article
Kamaruddin SImanjuntak sebut skenario Ferdy Sambo mulai dari tukang siomay, petasan dan dilakukan di momen Idul Adha