AYOJAKARTA.COM - Sosok Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara keluarga Yosua mengungkap adanya rencana pembunuhan Brigadir J.
Kamaruddin Simanjuntak juga menyebut bahwa perencanaan tersebut sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Bahkan Kamaruddin Simanjuntak menuturkan hal itu direncanakan sebelum acara di Magelang.
Pernyataan itu seiring bergulirnya isu 'Gerakan Bawah Tanah'.
Dimana pada gerakan ini disebut mengatur putusan untuk Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya.
Akan tetapi Kamaruddin Simanjuntak tidak menyebut siapa pihak yang berada di balik gladi resik tersebut.
Kuasa hukum keluarga Yosua mengungkapkan ada yang bersekongkol untuk membawa Joshua ke Magelang.
Kemudian menurutnya, sedangkan yang berada Jakarta melakukan gladi bersih atau GR (Gladi Resik).
Baca Juga: Manfaatkan Momen Idul Adha, Ferdy Sambo Gunakan Cara Ini untuk Rencanakan Pembunuhan Brigadir J?
Yakni tentang bagaimana proses pembunuhan itu dilakukan supaya tidak diketahui oleh Brigadir J.
Kamaruddin Simanjuntak meminta agar memeriksa CCTV tetangga.
Yaitu memeriksa selama satu minggu sebelum dan seminggu setelah Brigadir J tewas.
Selanjutnya Kamaruddin Simanjuntak mengatakan adanya peran-peran sebagau tukang ojek hingga yang membunyikan petasan.
Melansir dari kanal YouTube medcom.id, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap keterangannya.
"Disitu akan terlihat misalnya ada yang berperan libur ketika pembunuhan itu, ada juga yang bereperan sebagai tukang ojek, tukang somay, ada yang berperan membunyikan petasan," ujar Kamaruddin.
Misteri siapa yang berada di balik gerakan bawah tanah untuk putusan untuk para terdakwa pun kian tersingkap.
Seperti diketahui, peristiwa yang menewaskan Brigadir J tersebut selalu menjadi teka-teki.
Bahkan dari awal kemunculan kasus ini, publik sudah dibuat penasaran.
Terlebih usai pembacaan simpulan JPU bahwa Putri Candrawathi yang disebut berselingkuh dengan mendian Brigadir J.
Tentu keterangan tersebut membuat masyarakat menanyakan tentang kebenaran hal itu.

Share this article
Terbaru soal kasus Brigadir J, Kamaruddin SImanjuntak sebut adanya peran dalam skenario Ferdy Sambo dari tukang ojek, siomay suruh cek CCTV