AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini, jagat maya kembali dihebohkan dengan pembahasan gurun di Arab kembali menghijau.
Banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan kedatangan hari kiamat yang disebut-sebut kian mendekat.
Dilansir AyoJakarta.com dari Youtube Raehanul Bahraen, Ustadz Raehanul Bahraen, Alumni Maad Al Ilmi Yogyakarta ungkap dua fakta terkait hijaunya gurun di Arab.
Baca Juga: Sejarah Mengejutkan Tanah Arab Menghijau, Dulunya Bukan Gurun Melainkan Seperti ini...
Ia menyatakan sebenarnya pembahasan mengenai hijaunya gurun di Arab telah lama diangkat berulang-ulang setiap beberapa tahunnya.
Ramai disebut bahwa salah satu pertanda datangnya hari kiamat adalah tanah di Arab kembali menghijau.
Ustadz Raehanul Bahraen menyatakan memang ada hadits yang menyatakan terkait hal tersebut.
‘Tidak akan tiba hari kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai’
Namun, para ulama menjelaskan bahwa perubahan yang dimaksud dalam hadits adalah perubahan permanen dan selamanya
Ustadz Raehanul menyebut adapun di zaman ini, faktanya tidak demikian. Fakta yang pertama adalah karena di daerah Arab Saudi terdapat bagian yang bukan gurun panas.
Baca Juga: 8 Fakta di Balik Gurun Sahara Google Maps yang Lagi Viral di TikTok
Ia menyebut wilayah Arab Saudi bagian utara adalah daerah yang dingin, bukan padang pasir.
Bahkan disebut-sebut tanah di daerah itu bisa digunakan bercocok tanam serta saat musim dingin suhunya bisa mendekati 0 derajat.
Fakta kedua yang diungkap Ustadz Bahraen adalah di Arab Saudi juga terkadang turun hujan
Baca Juga: Gurun Sahara Google Maps Viiral di TikTok, Ini Keunikan Padang Pasir Terluas di Dunia
Pada musim hujan, banyak gurun yang ditumbuhi tanaman dan menjadi hijau, tetapi apabila hujan berhenti hijaunya kembali hilang dan tanah pun kembali tandus.
Dengan adanya fenomena ini, Ustadz Bahraen mengingatkan agar tidak mengaitkan fenomena alam yang belum diteliti pasti dengan hadis.
Ustadz Bahraen khawatir ketika gurun di Arab kembali dari hijau menjadi tandus lagi, orang pun meragukan hadits dan tidak percaya dengan agama.
Semoga umat manusia sudah menyiapkan bekal diri untuk menghadapi kiamat kubra yang belum pasti datangnya.***