AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu lalu tanah Arab yang menghijau menjadi bahan pembicaraan netizen di media sosial.
Seperti yang kita ketahui tanah Arab merupakan hamparan gurun pasir yang tandus dan gersang.
Terlihat subur dan menghijau tentu menjadi satu hal yang tidak lazim.
Baca Juga: Nikita Mirzani Murka, Tuding Ivan Gunawan Main Dukun agar Mulut dan Tangannya Cacat
Tapi apakah kita pernah melihat sejarah tanah Arab yang dahulu? Benarkan ini pertama kalinya tanah Arab menghijau?
Beberapa Netizen merasa khawatir melihat fenomena langka ini, mereka mengaitkannya dengan hadist Rasulullah SAW tentang tanda-tanda kiamat.
Begini bunyi hadistnya "hari kiamat tidak berlaku sehingga tanah arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai. " (HR Muslim)
Karena terlalu fokus pada tanda-tanda kiamat, netizen kurang memperhatikan adanya kata "kembali", artinya dahulu kala tanah arab adalah tanah yang hijau dan subur.
Baca Juga: Haru! Teriakan Pendukung Richard Eliezer Usai Tuntutan Dibacakan : Sabar Ya Chad!
Dikutip ayojakarta dari Instagram @jejakkhilafahdinusantara mengacu pada penelitian terbaru UNSW Sydney hal mengejutkan diungkapkan mengenai sejarah Tanah Arab.
UNSW Sydney mengungkapkan bahwa 500ribu hingga 300ribu tahun yang lalu, nenek moyang manusia pernah hidup di Jazirah Arab yang hijau.
Bukan lingkungan yang ekstrem seperti tanah yang tandus dan gersang. Padang rumpung yang rimbun, bukan padang pasir seperti yang kita tahu sekarang.
Jadi fenomena tanah Arab menghijau bukan pertama kali terjadi.
Secara ilmiahpun dijelaskan tanah Arab yang saat ini menjadi hijau disebabkan oleh intensitas hujan lebat yang melanda kota Mekkah, Madinah, dan Jeddah, serta kota-kota yang terkenal tandus dan gersang.
Terlepas dari sejarah dan ilmiah tentang fenomena tanah arab yang menghijau, satu hal yang pasti, kiamat akan datang pada waktunya. Dan hanya Allah yang tahu kapan itu terjadi.***

Share this article
Viral anah Arab menghijau dikaitkan dengan hadits tanda-tanda kimat. Lantas seperti apakah sejarah tanah Arab dahulu?