AYOJAKARTA.COM - Warisan budaya takbenda Indonesia tidak hanya berbentuk tarian atau upacara adat, tetapi juga hadir dalam kuliner tradisional yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu daerah yang memiliki kekayaan kuliner berstatus warisan budaya takbenda adalah Betawi.
Makanan khas Betawi bukan sekadar hidangan, melainkan simbol sejarah, nilai sosial, dan identitas budaya Jakarta.
UNESCO mendefinisikan warisan budaya takbenda sebagai praktik, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun dan terus berkembang mengikuti zaman.
Dalam konteks Betawi, kuliner menjadi media penting untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat.
Berikut tiga kuliner khas Betawi yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.
1. Roti Buaya
Roti buaya merupakan simbol kesetiaan dalam budaya Betawi. Kuliner ini biasanya hadir dalam prosesi pertunangan dan pernikahan sebagai hantaran wajib dari pihak laki-laki.
Bentuknya menyerupai buaya, hewan yang dipercaya hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.
Roti buaya terbuat dari adonan tepung terigu yang dipanggang hingga berwarna kecokelatan.
Meski kini sudah mengalami inovasi rasa, makna filosofisnya tetap dijaga. Keberadaan roti buaya menunjukkan bahwa kuliner Betawi tidak hanya soal rasa, tetapi juga sarat nilai moral dan budaya.
2. Gabus Pucung
Gabus pucung adalah hidangan khas Betawi dengan cita rasa unik. Bahan utamanya ikan gabus yang dimasak dalam kuah hitam pekat berbahan pucung atau kluwek.
Dahulu, ikan gabus mudah ditemukan di perairan sekitar Jakarta dan menjadi sumber protein utama masyarakat Betawi.
Rasa gabus pucung memadukan gurihnya ikan dengan sentuhan manis dan pahit dari kluwek.
Biasanya disajikan bersama nasi hangat, lalapan, dan sambal. Kuliner ini mencerminkan kedekatan masyarakat Betawi dengan alam serta kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan pangan sekitar.
3. Kerak Telor
Kerak telor merupakan kuliner legendaris Betawi yang berasal dari kawasan Menteng pada masa penjajahan VOC Belanda.
Hidangan ini terinspirasi dari omelette ala Eropa, lalu diadaptasi menggunakan bahan lokal seperti beras ketan.
Kerak telor dibuat dari ketan putih, telur ayam atau bebek, ebi, kelapa sangrai, dan bumbu khas.
Telur bebek memberikan rasa gurih yang kuat, sementara telur ayam menjaga tekstur tetap lembut.
Hingga kini, kerak telor menjadi ikon kuliner Betawi yang sering ditemui di acara budaya dan festival.
Melestarikan kuliner Betawi sebagai warisan budaya takbenda berarti menjaga identitas Jakarta agar tidak tergerus zaman.
Dengan mengenal, mencicipi, dan menghargainya, masyarakat turut berperan dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.***