AYOJAKARTA.COM--Kasus meninggalnya satu keluarga di Kalideres menyita perhatian publik karena penuh dengan misteri.
Hingga kini telah terungkap fakta terbaru dari kasus satu keluarga yang meninggal di Kalideres.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Rabu (23/11/22), Direskrimum Polda Metro Jaya menyebutkan temuan baru atas kasus meninggalnya satu keluarga di Kalideres.
Baca Juga: Fakta-Fakta Baru Kematian Keluarga Kalideres, Salah Satu Anggota Keluarga Sudah 6 Bulan Meninggal
Berdasarkan keterangan Kombes Hengki Haryadi, ia telah memeriksa saksi dari salah satu pegawai Koperasi Simpan Pinjam.
Dalam keterangannya, pegawai Koperasi Simpan Pinjam tersebut sempat mendatangi rumah korban pada 13 Mei 2022.
Saat itu ia sedang ingin bertemu ibu (korban) yang tinggal di rumah tersebut, namun kala itu ia bertemu dengan sang anak.
Baca Juga: Fakta Baru Mengejutkan, 1 Korban di Kalideres Sudah Menjadi Mayat Sejak Mei 2022
Kemudian pegawai Koperasi tersebut menanyakanan dimana ibunya, lalu anaknya yang diketahui bernama Dian itu pun mengatakan bahwa ibunya sedang tidur.
“ini lagi tidur tapi jangan dihidupkan lampu, karena Ibu Saya sensitif terhadap cahaya kata anak atas nama Dian yang turut meninggal di Kalideres,” ujar Kombes Hengki Haryadi.
Namun karena curiga, akhirnya si Pegawai tersebut pun coba membangunkannya dan menghidupkan flash HP nya.
“pada saat dibangunkan untuk mengecek si ibunya ini, dipegang-pegang ini agak gembur agak curiga tanpa sepengetahuan dian korban, pegawai Koperasi Simpan Pinjam ini menghidupkan flash hp nya begitu dilihat langsung yang bersangkutan teriak takbir Allahu Akbar, ini sudah mayat,” ungkap Kombes Hengki Haryadi.
Saat itu sang anak mengatakan bahwa ibunya masih hidup dan mengaku masih sering menyisir dan memberikan susu kepada sang ibu.
“Ibu saya masih hidup tiap hari masih saya berikan minum susu kemudian sambil menyisir dan rambutnya rontok semuanya,” ungkap Kombes Hengki Haryadi.
Baca Juga: Misteri Kematian Satu Keluarga Kalideres, Pernah Jual Mobil Seharga Rp160 Juta
Selain itu Polisi juga menemukan barang bukti lainnya, yakni ia menemukan dua buah ponsel milik korban.
Dimana satu ponsel tersebut digunakan untuk masing-masing dua orang korban.
Berdasarkan keterangan Kombes Hengki Haryadi, ia menemukan komunikasi satu arah dalam ponsel tersebut.
“Kemudian kami temukan komunikasi satu arah dari satu hp ke hp yang lain, jadi banyak sekali kata-katanya berisi tentang emosi yang bersifat negatif,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menemukan adanya aplikasi Peduli Lindungi dalam ponsel milik korban.**