Metropolitan

Putri Candrawati Disebut Alami Post-Traumatic Stress Disorder, Apakah Bisa Sembuh?

Oleh: Juanita Safitri Minggu 21 Agu 2022, 07:06 WIB
Video Diduga Putri Candrawathi Alami Gangguan Jiwa, Pakai Masker dan Rambut Dikuncir 2

AyoJakarta.com – Dilansir dari laman resmi alodokter.com, pada artikel kali ini AyoJakarta.com akan memberikan sedikit pembahasan mengenai Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Sebagian besar dari Anda yang turut mengikuti perkembangan kasus Brigadir J pastinya sedang banyak mencari tahu apa itu Post-Traumatic Stress Disorder?

Pasalnya, sejumlah berita menyebutkan jika Putri Candrawathi yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka ke lima kasus pembunuhan Brigadir J dikabarkan mengalami gangguan jiwa, PTSD.

Baca Juga: Nasib Anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Pasca Orangtuanya Ditetapkan Sebagai Tersangka, Begini Kondisinya

Apa itu Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)?

Penderita yang mengalami PTSD biasanya akan selalu teringat dengan beberapa peristiwa traumatis yang dapat dipicu karena perang, kecelakaan, bencan alam, atau pelecehan seksual.

Namun, bukan berarti mereka yang mengalami peristiwa traumatis akan selalu memicu terjadinya PTSD, terdapat beberapa hal yang menyebabkan PTSD itu terjadi, diantaranya:

· Pengalaman yang tidak menyenangkan
· Riwayat gangguan mental pada keluarga
· Kepribadian bawaan yang tempremen

Tiga poin di atas didukung dengan adanya pengalaman atau menyaksikan peristiwa yang menakutkan hingga dirasa mengancam nyawa.

Baca Juga: Pofil dan Biodata Lengkap dari Agama hingga Riwayat Pendidikan Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir J

Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti mengapa peristiwa tersebut dapat menyebabkan PTSD pada sebagian orang.

Bahkan pengalaman medis seperti operasi atau beberapa macam penyakit yang dapat mengancam nyawa bisa memicu terjadinya PTSD.

Adapun beberapa faktor risiko yang dapat dialami penderita PTSD di antaranya adalah:

· Kurang mendapat dukungan dari keluarga dan teman
· Menderita kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA
· Menderita gangguan mental lain, misalnya gangguan kecemasan
· Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan jiwa, semisal depresi
· Mendapat pengalaman traumatis sebelumnya, bisa berupa bullying yang dialami pada masa kecil
· Memiliki profesi tertentu yang biasanya terjadi pada tentara atau relawan medis di daerah perang

Baca Juga: Benarkah Farel Prayoga Anak dari Biduan Dangdut Vita Alvia? Cek Faktanya di Sini!

Kenali gejala PTSD:

· Ingatan pada peristiwa traumatis

Ingatan pada penderita PTSD akan selalu dibayang-bayangi dengan peristiwa yang memicu terjadinya trauma atau lebih parahnya lagi merasa terus mengulangi lagi kejadian traumatis tersebut.

Tidak hanya muncul dalam ingatan, biasanya penderita PTSD yang sudah parah akan selalu dihantui dengan mimpi buruk yang membuatnya merasa tertekan.

· Kecenderungan untuk mengelak

Para penderita PTSD biasanya akan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut yang membuatnya dipenuhi rasa gelisah dan takut.

· Pemikiran dan perasaan negatif (overthinking)

Biasanya penderita PTSD cenderung selalu menyalahkan diri sendiri atau orang lain.

Hingga kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang sempat ia senangi dulunya karena dipenuhi dengan perasaan putus atas.

· Perubahan perilaku dan emosi

Karena terus dihantui dengan peristiwa traumatis dan perasaan bersalah membuat penderita PTSD mudah dikuasai dengan rasa takut.

Perubahan perilaku ini bisa membahayakan si penderita yang dapat memicu sulit tidur dan berkonsentrasi dengan baik.

Baca Juga: Terungkap! Kamaruddin Simanjuntak Rupanya Menjabat sebagai Ketua Umum Partai Politik

Waspadai ganguan mental ini jika terjadi pada anak-anak yang dapat dicuriagi jika disertai dengan beberapa gejala di bawah ini:

· Sering melakukan reka ulang peristiwa traumatis melalui permainan
· Tidak berani berpisah dengan orang tua atau saudaranya, walaupun hanya sebentar
· Sering mengompol walupun sebelumnya sudah dapat buang air kecil di toilet

Lalu apakah PTSD dapat disembuhkan dan kapan harus ke dokter?

Rupanya pada beberapa kasus kecelakaan dan bencana alam seperti yang pernah dialami korban tsunami Aceh.

Setelah lebih dari 12 bulan, persentase pasien yang telah didiagnosis mengidap PTSD justru mengalami penurunan dan perubahan status menjadi trauma biasa.

Baca Juga: Apa Saja Peran Putri Candrawathi hingga Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J?

Meskipun belum dapat dipastikan jika penderita yang mengalami PTSD dapat sembuh secara total namun bukan berarti tidak dapat ditangani.

Jika dirasa mengalami gejala yang memicu gangguan jiwa, PTSD, selama 1 bulan atau lebih, baiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Apalagi jika pikiran Anda terus diarahkan pada ingatan atau peristiwa traumatis yang membuat Anda timbul rasa untuk menyakiti diri sendiri, mudah merasa takut, putus asa dan parahnya timbul keinginan untuk bunuh diri. ***

Reporter Juanita Safitri
Editor Dian Naren