AYOJAKARTA.COM -- Jadi salah satu pemersatu bagi warga Jakarta, keberadaan pendukung kesebelasan Persija atau The Jakmania memiliki potensi besar di Pilkada Jakarta.
Menyadari hal tersebut, ketiga paslon peserta Pilkada Jakarta kerap berusaha untuk bisa menarik simpatik dan hati dari para anggota The Jakmania.
Salah satu cara yang lazim dijadikan sebagai pemikat oleh kontestan Pilkada Jakarta bagi The Jakmania adalah ketersediaan lapangan sepak bola.
Meski Jakarta memiliki dua stadion berskala internasional seperti GBK dan JIS, namun dalam sejumlah pertandingan Persija justru terpaksa meminjam lahan di daerah lain.
Harapan terkait ketersediaan lapangan sepakbola khusus bagi klub Persija untuk bisa berkembang, sempat dipertanyuakan oleh Diky Soemarno selaku Ketua Umum Jakmania.
Sehubungan dengan harapan tersebut, cawagub nomor urut satu Suswono dalam sebuah diskusi sempat memberikan pemaparan.
Menurut Suswono, sepakbola merupakan salah satu cabang olah raga yang paling banyak diminati oleh hampir setiap kalangan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia.
Memiliki hubungan dekat warga Kemayoran dari pihak istri, Suswono menilai tujuan awal dibangunnya stadion JIS adalah untuk menjadi wadah bagi Persija.
Oleh karena itu untuk mengaktualisasikan harapan The Jakmania, Suswono berkomitmen ingin menerapkan prinsip keadilan dalam pembangunan Jakarta.
Baca Juga: ASN Wajib Hati-Hati Jelang Pilkada! MenPAN-RB Jelaskan Soal Akselerasi Kinerja 100 Hari
“Supaya Persija bisa kembali menjadi kebanggan lagi untuk kita, maka kita akan dahulukan akses Persija supaya dimungkinkan ke JIS,” ungkap Suswono.
Selain mempermudah akses, Suswono juga berupaya agar biaya pengeluaran untuk menggunakan stadion JIS tidak membebani Persija dengan subsidi melalui Pemda.
Berbeda pandangan dengan cawagub nomor urut satu, Kun Wardana melihat salah satu persoalan terbesar The Jakmania adalah dukungan dari pembuat kebijakan.
Karena itu untuk menyiasati hal tersebut, cawagub nomor urut dua berkomitmen akan membentuk wadah khusus yang menjembatani antara Persija dengan pengusaha.
Sehingga di masa depan Persija bukan hanya memiliki sponsor resmi tetapi juga akses untuk bisa berlaga di lapangan sepak bola milik sendiri.
“Kita ingin masukan pertandingan ke dalam aplikasi Jaki, jadi ada pembelian tiket, berita ekslusif Persija, juga ada reward bagi The Jakmania,” ungkap Kun.
Sementara menurut Chiko Hakim yang merupakan jubir pasangan nomor urut tiga peserta Pilkada Jakarta, Persija adalah simbol dari kota Jakarta.
Untuk menjadikan Jakarta menjadi lebih Persija, lankah nyata yang akan dilakukan pasangan nomor urut tiga adalah dengan mengoptimasi seluruh sumber daya.
“Persija ini harus menjadi city branding sebagaimana kota lain di dunia, caranya membuat branding ulang tentang Persija,” ungkap Chiko.***