AYOJAKARTA.COM - DKI Jakarta siap menjadi Kota Cerdas atau Smart City, maksudnya apa?
Menjadi Kota Cerdas atau Smart City banyak disebut menjadi salah satu tujuan Ibu Kota DKI Jakarta.
Sebagai informasi program Jakarta Smart City ini awal diluncurkan era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akhirnya diteruskan hingga kepemimpinan Pramono Anung saat ini.
Awalnya untuk meningkatkan transparansi, efisiensi dan partisipasi layanan publik di tahun 2014, baru di tahun 2016 kantor resminya diresmikan di Balai Kota DKI Jakarta.
Hadirnya aplikasi Qlue (aplikasi aduan warga) hingga super app JAKI (Jakarta Kini ) di tahun 2019 pada era Anies Baswedan menjadi transformasi DKI Jakarta untuk menjadi kota smart city.
Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @jsclab, Smart City diartikan kota yang memanfaatkan teknologi, data, dan inovasi untuk mempermudah hidup warganya.
7 Indikator Smart City yang Dilakukan di DKI Jakarta:
1. Smart Governance
Layanan publik digital dan transparan (JAKI, CRM, integrasi antar dinas).
2. Smart Branding
Promosi identitas Jakarta sebagai kota inovatif dna terbuka.
3. Smart Economy
Dukung UMKM dan Ekonomi digital lewat platform online.
4. Smart Living
Laanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan lebih mudak diakses.
5. Smart People
Portal lowongan pekerjaan survei masyarakat.
6. Smart Environment
Pemantauan banjir, kualitas udara, dan pengelolaan ruang kota lebih berkelanjutan.
7. Smart Mobility
Layanan sistem transportasi yang terintegasi untuk memudahkan mobilitas masyarakat yang efisien dan nyaman.
Berbagai Inovasi Jakarta dalam Mewujudkan Jakarta Kota Global
- JAKI (Jakarta Kini)
Mengintegrasikan beragam layanan publik guna memudahkan warga dalam melakukan berbagai kegiatan lewat satu aplikasi.
- Future City Hub
Ruang kolaborasi antara warga dengan pemangku kebijakan untuk mendorong inovasi serta menyelesaikan masalah perkotaan.
- Integrasi Transportasi
Pemprov DKI Jakarta mendorong layanan transportasi yang memadai dan saling terintegrasi dalam mendukung mobilitas warga Jakarta dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
- RDF (Refuse-derived Fuel) Rorotan
RDF Plant Rorotan mengadopsi teknologi Austria, Jerman, Italia, dan Belanda untuk memastikan pengolahan sampah yang aman dan berkualitas. Fasilitas ini mendukung Jakarta dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar setara batu bara muda. ***