Metropolitan

Cucunya jadi Korban Keracunan Menu MBG di Yogyakarta, Mahfud MD: Menyangkut Nyawa dan Kesehatan, Harus Teliti!

Oleh: Desi Kris Rabu 01 Okt 2025, 12:25 WIB
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD (Sumber: YouTube Mahfud MD Official)

AYOJAKARTA.COM - Kasus keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini marak terjadi di beberapa sekolah di daerah.

Bahkan, cucu dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD ikut menjadi korban keracunan menu MBG ini.

Hal itu diungkapkan Mahfud MD melalui kanal YouTubenya Mahfud MD Official dalam video yang berjudul "BERESKAN TATA KELOLA MBG!!".

"Cucu saya juga keracunan MBG di Jogja. Cucu ponakan, jadi saya punya keponakan, keponakan saya punya anak namanya Ihsan," ujar Mahfud.

Baca Juga: RDF Plant Rorotan Siap Beroperasi dengan Standar Tinggi, Uji Coba Dilakukan Bertahap dan Menyeluruh

Ia mengatakan bahwa ada delapan siswa dalam satu kelas yang muntah-muntah setelah makan menu MBG.

"Jadi enam dan kakaknya, habis muntah-muntah sehari, lalu disuruh pulang bisa dirawat di rumah," katanya.

Sedangkan yang satunya lagi harus masih dirawat empat hari di rumah sakit.

Menurut Mahfud, kasus ini memang sedang menjadi isu nasional meski hanya 0,00017 persen.

Baca Juga: Memperingati HUT ke 80 TNI, Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Cuma Bayar Rp80, Catat Tanggalnya

"Itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan. Ini bukan persoalan angka. Ini harus diteliti lagi, apa masalahnya," tegas Mahfud.

Kendati demikian, Mahfud mengatakn jika MBG ini adalah salah satu program yang paling bagus dan mulia.

Sebab, banyak puluhan jutaan anak di Indonesia yang tidak bisa makan.

Namun dengan hadirnya program ini mereka bisa mendapatkan makanan dengan baik.

Baca Juga: Kebijakan Pemindahan Kas Negara Rp200 Triliun, Apa Dampaknya ke Ekonomi? Ferry Irwandi Beri Penjelasan

"Program Makan Bergizi Gratis ini program unggulan yang harus kita dukung bersama-sama," lanjutnya.

Menurutnya, kesalahan kasus keracunan yang terjadi ini masih bisa dipahami untuk tahap awal.

Meski demikian, Mahfud mengatakan bahwa tata kelola MBG ini harus diperbaiki karena tidak jelas.

"Sangat perlu mendesak diperbaiki tata kelolanya," ungkap Mahfud.

Baca Juga: SMF Salurkan Bantuan 7 Septictank Komunal Untuk Kelurahan Kalibata

Sebab, masih banyak pertanyaan sebenarnya penyelenggara di bawah itu siapa.

"Pemerintah daerah ndak tau, sejak awal tidak dilibatkan, tapi begitu ada masalah keracunan mereka yang turun," cetus Mahfud.

Contoh saja, ada tempat makan MBG yang hilang tapi pihak guru diminta tanggung jawab untuk mengganti.

Dengan demikian Mahfud berharap Presiden Prabowo Subianto bisa segera memperbaiki tata kelola agar program MBG ini bisa berjalan lebih baik.

Sehingga tidak akan ada lagi korban-korban keracunan menu MBG.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris