Kebijakan Pemindahan Kas Negara Rp200 Triliun, Apa Dampaknya ke Ekonomi? Ferry Irwandi Beri Penjelasan

Kebijakan Pemindahan Kas Negara Rp200 Triliun, Apa Dampaknya ke Ekonomi? Ferry Irwandi Beri Penjelasan (Sumber: youtube.com/@Ferry Irwandi)
Kebijakan Pemindahan Kas Negara Rp200 Triliun, Apa Dampaknya ke Ekonomi? Ferry Irwandi Beri Penjelasan (Sumber: youtube.com/@Ferry Irwandi)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Menteri Keuangan baru, Purbaya, mengambil langkah berani dengan memindahkan dana kas negara sebesar Rp200 triliun ke bank Himbara (BNI, Mandiri, BRI, BTN, dan BSI).

Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra di publik karena dinilai berpengaruh langsung pada suku bunga deposito, kredit, hingga konsumsi masyarakat.

Ferry Irwandi, aktivis yang juga dikenal lewat kanal YouTubenya, memberikan analisis mendalam terkait kebijakan ini.

Baca Juga: SMF Salurkan Bantuan 7 Septictank Komunal Untuk Kelurahan Kalibata

Menurutnya, keputusan tersebut dilatarbelakangi kondisi makroekonomi yang dinamis dan kebutuhan agar dana negara yang “nganggur” bisa lebih produktif.

“Ide awalnya adalah memindahkan dana kas negara yang sebelumnya hanya disimpan di Bank Indonesia ke bank-bank Himbara. Dengan begitu, dana ini bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, terutama usaha padat karya, bukan sekadar mengendap tanpa manfaat nyata,” jelas Ferry Irwandi.

Langkah ini pada dasarnya bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan. Dengan tambahan dana besar, bank tidak lagi terlalu bergantung pada dana masyarakat melalui deposito.

Hal ini membuat bank lebih leluasa menyalurkan kredit dengan bunga rendah ke pelaku usaha. Ferry menegaskan bahwa secara teori, jika bunga pinjaman turun, masyarakat terdorong untuk berinvestasi maupun berbelanja sehingga roda ekonomi bisa berputar lebih cepat.

Baca Juga: Ini Dia 7 Manfaat Telur Ayam

“Secara jangka pendek, memang yang punya uang di deposito merasa dirugikan karena bunganya turun. Tapi bagi masyarakat luas, bunga kredit lebih rendah akan membantu konsumsi dan investasi. Jadi, tujuan akhirnya adalah menggerakkan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Meski punya tujuan baik, Ferry mengingatkan bahwa pengawasan menjadi kunci utama. Ia mencontohkan pengalaman masa pandemi COVID-19, ketika program serupa tidak sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bank justru mendapat keuntungan besar, sementara pelaku usaha kecil tidak banyak menikmati keringanan kredit.

“Kalau dana Rp200 triliun ini tidak benar-benar disalurkan ke sektor produktif, maka risikonya besar. Ekonomi bisa mandek, kredit macet meningkat, dan justru jadi beban balik ke pemerintah. Jadi, pengawasan harus ekstra ketat,” ujar Ferry.

Baca Juga: Pengawasan Real Time, Taspen Perkuat Fungsi Dewan Komisaris melalui Dashboard Digital

Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya dalam memindahkan dana kas negara Rp200 triliun ke bank Himbara adalah langkah strategis dengan dampak luas.

Jika diawasi dengan baik, kebijakan ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui kredit murah bagi usaha padat karya. Namun, jika pengawasannya lemah, manfaatnya bisa tidak terasa bagi masyarakat.

Seperti kata Ferry Irwandi, kebijakan makroekonomi selalu memiliki sebab-akibat, dan seni pemerintah adalah mengendalikan risikonya agar manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Ferry Irwandi
# Himbara
# kredit

Berita Terkait

News Update

Nasional

Lowongan Program Magang Nasional 2026 di BKN, Ada 249 Kuota dengan 17 Posisi Jabatan, Cek di Sini dan Segera Daftar

BKN telah resmi membuka Program Magang Nasional 2026 dengan menyediakan 249 kuota dengan 17 posisi jabatan.

Metropolitan

Pengakutan Sampah di Jakarta Kini Punya Jejak Digital Melalui Sistem SPEED, Apa Itu?

Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah yang dikelola oleh BLUD UPST.

Jakarta Selatan

Pramono Anung Ajak Warga Manfaatkan Jalan Rasuna Said sebagai Ruang Hidup Sehat

Rasuna Said kini jauh lebih nyaman sehingga layak menjadi pilihan warga untuk berolahraga maupun melakukan berbagai aktivitas luar ruang.

Jakarta Pusat

Festival Rakyat Bola Gembira 2026 Berlangsung Meriah, Rano Karno Sebut Antusiasme Warga Jakarta Luar Biasa

Rano Karno, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.