AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menyiapkan program baru yakni Jakarta Collaboration Fund (JCF).
Kini, perancangan program JCF sedang menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menurut Pramono, program JCF ini bisa mendongkrak fiskal daerah.
Program ini disiapkan setelah pemerintah pusat memutuskan memotong anggaran TKD 2026 melalui RAPBN 2026.
Diketahui, penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI yang awalnya Rp95 triliun kini menjadi Rp79 triliun.
JCF sendiri adalah program yang sudah direncanakan Pramono bersama Rano Karno saat kampanye Pilkada Jakarta 2024.
Program ini merupakan gagasan pembiayaan inovatif yang dirancang Pemprov DKI Jakarta.
Dengan JCF ini Pemprov DKI bisa mengurangi ketergantungan pada sumber dana tradisional (pajak, retribusi, dividen, dana transfer pusat) atau APBD untuk membiayai proyek-proyek pembangunan di Jakarta.
Selain itu langkah ini diambil agar program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah penghematan fiskal daerah.
Bukan hanya di Jakarta, program JCF ini nantinya juga bisa menjadi contoh investasi bagi daerah-daerah lain.
Lebih lanjut, Pramono memastikan jika efisiensi ini tidak akan mengganggu layanan publik.
Seperti proyek strategis dan investasi produktif akan tetap berjalan seperti biasa.***