AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali merancang gebrakan baru yakni Jakarta Collaboration Fund (JCF).
JCF ini dibentuk usai pemerintah pusat memangkas anggaran TKD 2026 pada RAPBN 2026.
Dengan adanya program JCF ini tak hanya untuk investasi di Jakarta saja, tapi juga bisa dicontoh oleh daerah lain.
Dikutip dari beritajakarta.id, perancangan JCF ini sedang menunggu persetujuan dari Kemenkeu dan Kemendagri.
Baca Juga: BNI Tawarkan Cashback hingga Rp10 Juta untuk Pembelian ORI028
JCF ini nantinya diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada APBD dalam membiayai proyek pembangunan atau infrastruktur.
"Dengan adanya pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH), tentunya kita harus mencari cara agar pendapatan Jakarta bisa terus ditingkatkan," ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan jika nantinya Pemprov DKI bisa menjadi role model pemerintah daerah dalam transparasi APBD.
Meski memang kebijakan pemerintah pusat memberatkan pemda, namun Pramono menilai ini akan jadi momentum bagi Pemprov DKI dalam mengoptimalkan alternatif pembiayaan.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Kenalkan Sekolah Garuda di Tanjung Selor, Kaltara
Selain itu, Pramono juga memastikan bahwa dikuranginya anggaran TKD ini tidak membuat anggaran untuk program prioritas seperti KJP< KJMU dan pemutihan ijazah berkurang.
Apa Itu Jakarta Collaboration Fund (JCF)?
JCF adalah gagasan atau inisiatif pembiayaan inovatif yang dirancang Pemprov DKI agar bisa mengurangi ketergantungan pada sumber dana tradisional (pajak, retribusi, dividen, dana transfer pusat) untuk membiayai proyek-proyek pembangunan di Jakarta.
JCF ternyata salah satu program yang telah direncanakan Pramono Anung dan Rano karno saat Pilkada Jakarta 2024.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta kini tengah menyiapkan program baru yakni Jakarta Collaboration Fund untuk mengurangi ketergantungan pada APBD.