AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa tarif Transjakarta akan naik.
Saat ini pihaknya telah mengkaji tarif baru untuk moda transportasi umum Transjakarta.
Dalam hal ini, Pramono mengaku tidak bisa memutuskan secara tergesa-gesa.
Keputusan tarif kenaikan Transjakarta ini nantinya akan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan berkelanjutan operasional Transjakarta.
Baca Juga: Musim Hujan Tiba, Ini 41 Titik Rawan Banjir di Jakarta, BPBD DKI Jakarta Beri Imbauan
Kendati demikian, Pramono mengetakan bahwa rata-rata usulan dari masyarakat adalah sekitar Rp5 ribu-Rp7 ribu.
Namun, hal ini nantinya masih akan dilihat berdasarkan kemampuan masyarakat.
Sebagai informasi, saat ini tarif Transjakarta masih di angka Rp3.500.
Tarif tersebut belum pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2005 silam.
Menurut Pramono tarif Rp3.500 ini karena masih ada subsisi yang ditanggung oleh Pemprov DKI.
Baca Juga: Aksi Demo 30 Oktober! 5.000 Buruh Jabodetabek akan Unjuk Rasa Besok, Ada 6 Tuntutan ke Pemerintah
Subsidi masing-masing penumpang adalah sebesar Rp9.700.
Kondisi ini semakin berat karena dana hasil hibah (DBH) dari pemerintah pusat dipangkas hingga Rp15 triliun.***