Metropolitan

PM Pembangunan RDF Plant Jakarta Buka Suara soal Uji Coba RDF Rorotan yang Timbulkan Bau

Oleh: Desi Kris Senin 03 Nov 2025, 11:12 WIB
Proses Pengolahan Sampah di RDF Plant Rorotan. (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Project Manager Pembangunan RDF Plant Jakarta KSO Wika-Jaya Konstruksi, Angga Bagus buka suara soal keluhan warga terkait munculnya bau pada uji coba RDF Plant Rorotan.

Diketahui, RDF Plant Rorotan ini dibangun untuk mengatasi permasalahan sampah di Jakarta.

Sempat ditolak warga, pembangunan RDF Plant Rorotan ini akhirnya tetap dilakukan dengan menjamin keamanan lingkungan dan warga menggunakan teknologi aman dan canggih.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah PEPARPENAS 2025 dan POPNAS, Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Transum TJ, MRT dan LRT bagi Atlet!

Namun, saat dilakukan uji coba justru RDF Plant menimbulkan bau menyengat dan menyebabkan sejumlah warga terutama anak-anak mengalami sakit mata dan ISPA.

Dikabarkan bahwa bau dari RDF itu hilang timbul selama 10-30 menit.

Bau tersebut mengganggu 13 wilayah di Jakarta Timu hingga Bekasi.

Terkait hal ini, Angga memastikan bahwa uji coba RDF Rorotan memang sedang berlangsung dan sistem penghilang bau juga berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Uji Coba Timbulkan Bau dan Ganggu 13 Wilayah di Jaktim, Warga Ancam Gelar Demo Tutup RDF Plant Rorotan jika Audiensi Tak Direspons

Angga menjelaskan bahwa kemungkinan bau bisa muncul karena kondisi tertentu.

Seperti pergantian shift pekerja atau saat pengisian BBM alat berat, pintu hanggar utama pengelolahan sampah dalam kondisi terbuka.

Hal itulah yang diindikasi dapat mempengaruhi sirkulasi atau tata udara di sekitar.

Namun, saat mesi kembali beroperasi, sirkulasi udara dalam hanggar dikendalikan oleh empat Deodorizer.

Baca Juga: Uji Coba RDF Plant Rorotan Timbulkan Bau hingga 20 Anak Sakit Mata dan ISPA, Warga Desak Audiensi dengan Pramono Anung

Ia memastikan bahwa empat Deodorizer untuk penghilang bau dan Flue Gas Treatment Rotary Dryer berfungsi dengan baik.

Untuk ke depan, pengelola akan melakukan evaluasi SOP pembukaan pintu hanggar, termasuk frekuensi dan durasi.

Hal ini berfungsi untuk memastikan pengelolaan sirkulasi udara bisa berjalan optimal.

Di sisi lain, warga juga mendesak untuk diadakannya audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Jika memang tidak ada respons, maka warga akan melakukan aksi demo yang rencananya digelar 10 November 2025 untuk menutup RDF Plant Rorotan.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris