AYOJAKARTA.COM - Ada studi mengejutkan baru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai air di DKI Jakarta.
BRIN menyebutkan adanya kandungan dari jejak obat diabetes metformin pada aliran Sungai Angke Jakarta.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, laporan studi terbaru ini diungkapkan oleh Peneliti BRIN Wulan Koagouw yang menjelaskan mengenai sample di sepanjang air Sungai Angke pada Juni 2022.
Baca Juga: wondr by BNI Tawarkan Promo Eksklusif untuk Pecinta Bulutangkis
Dari hasil studi ini menunjukkan adanya metformin di 3 lokasi dengan konsentrasi yang bervariasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kadar metformin di Sungai Angke lebih tinggi daripada 5 Persen dari data sungai di dunia.
Sedangkan kadar tingginya lebih tinggi daripada 40 Persen data global.
Hal ini dirasa cukup mengkhawatirkan karena dapat memicu efek biologis.
Sebagai informasi metformin ialah salah satu obat yang banyak diberikan untuk pengobatan diabetes tipe 2.
Baca Juga: Cara Booking Seat Royaltrans Jakarta, Tiket Dapat Dipesan H-3 hingga 30 Menit Sebelum Berangkat
Uniknya, obat ini tidak diuraikan ditubuh namun diekskresikan dalam bentuk aslinya melalui urine.
Lantas bahayanya akan seperti apa?
Dalam jangka panjang, air yang terkontaminasi metformin akibat kembali dikonsumsi oleh masyarakat melalui makanan dan minuman dapat memberikan resiko tinggi bagi manusia, walaupun hal ini harus diteliti lebih lanjjut.
Sebagai contoh kerang biru yang memiliki kandungan metformin, bisa memicu gangguan reproduksi dan kerusakan jaringan tumbuh.
Pemerintah sendiri diketahui sudah memiliki regulasi untuk mengatur air sungai atau limbah.
Tetapi, belum ada regulasi mengenai obat-obatan farmasi.
Dengan adanya hasil penelitian yang menyebutkan air mengandung metformin ini, dapat disimpulkan bahwa obat-obatan kini sudah menjadi polutan baru di siklus air.***