AYOJAKARTA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta mengumumkan potensi terjadinya tanah longsor di beberapa wilayah di Jakarta.
Disampaikan bahwa prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.
Dikutip dari akun Instagram @bpbddkijakarta, BPBD DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor selama bulan November 2025.
"Kepada lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tulis peringatan dini potensi dari BPBD DKi Jakarta.
Berdasarkan informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), ada beberapa daerah di Jakarta yang berada di Zona Menengah-Tinggi, yaitu:
1. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan.
2. Jakarta Timur, meliputi wilayah Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Makasar, Pasar Rebo.
Daerah yang ada di zona menengah mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah.
Di zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Sementara pada daerah yang zona tinggi, berpotensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah.
Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.***